‘Sapeuting’: Upaya Nyata di Lapangan
Pemerintah Kecamatan Parung tak hanya berdiam diri. Mereka membentuk tim, merancang program, dan yang paling penting, turun langsung ke masyarakat. Sosialisasi gencar dilakukan di berbagai lini, mulai dari Posyandu, sekolah, hingga KAU (kelompok aktivitas usaha). Salah satu langkah konkret adalah pemberian tablet tambah darah secara rutin, upaya krusial untuk mencegah anemia pada ibu hamil dan remaja putri, yang menjadi salah satu faktor risiko stunting.
Tiga Desa yang Jadi Fokus Utama
Kasi Pendkes Kecamatan Parung, Siti Latifah, mengungkap fakta penting: dari sembilan desa di Parung, tiga di antaranya menjadi fokus utama. Desa Cogrek menjadi perhatian dengan 35 kasus stunting, disusul Warujaya (23 kasus) dan Waru (19 kasus). Angka ini tentu saja menjadi alarm, sekaligus tantangan yang harus dijawab. Namun, ada kabar menggembirakan. Berkat kerjasama lintas sektor, jumlah kasus di tiga desa tersebut menurun dari sebelumnya 77 anak, menjadi sekitar 60 anak.