Home News Jakarta ‘Sembuh’ Sementara: 6.000 Lubang Jalan Ditambal, Solusi Jangka Panjang?
News

Jakarta ‘Sembuh’ Sementara: 6.000 Lubang Jalan Ditambal, Solusi Jangka Panjang?

Share
Share

EventBogor.com – Jakarta, kota metropolitan yang tak pernah tidur, kembali berbenah. Kali ini, fokusnya tertuju pada ‘luka’ di jalanan yang disebabkan oleh banjir. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengumumkan kabar baik sekaligus peringatan: 6.000 lubang jalan yang menganga telah ditambal sulam. Sebuah upaya yang patut diapresiasi, namun menyimpan pertanyaan mendasar: apakah ini cukup?

Tambal Sulam: Pertolongan Pertama atau Janji Manis?

Bayangkan Anda sedang mengendarai motor di malam hari. Tiba-tiba, jeduk! Ban Anda menghantam lubang yang menganga, mengancam keseimbangan dan keselamatan. Pengalaman ini, sayangnya, bukan lagi hal asing bagi warga Jakarta. Banjir yang melanda beberapa waktu lalu menyisakan ‘korban’ berupa kerusakan jalan yang tak terhindarkan. Penambalan 6.000 lubang adalah respons cepat, ibarat menempelkan plester pada luka. Namun, apakah plester cukup untuk menyembuhkan luka yang lebih dalam?

Gubernur Pramono Anung dengan tegas menyatakan bahwa penambalan saat ini bersifat sementara. Perbaikan permanen menunggu musim hujan berlalu. Ini adalah langkah yang bijak. Kita tentu tak ingin dana triliunan rupiah terbuang percuma hanya karena perbaikan jalan yang dilakukan di tengah musim hujan, ketika air masih terus menggerogoti aspal.

BACA JUGA :  Bahlil Umumkan Kenaikan Tunjangan Kinerja ASN ESDM Hingga 100 Persen

Kenapa Ini Penting Sekarang?

Keselamatan adalah yang utama. Lubang jalan, terutama yang tergenang air, adalah ‘perangkap’ maut bagi pengendara. Selain risiko kecelakaan, kerusakan pada kendaraan juga tak bisa dihindari. Bayangkan, Anda harus mengeluarkan biaya tambahan untuk memperbaiki ban atau suspensi mobil akibat lubang yang tak terlihat. Situasi ini diperparah dengan kondisi lalu lintas Jakarta yang sudah padat. Kerusakan jalan otomatis memperlambat laju kendaraan, meningkatkan potensi kemacetan, dan memperburuk kualitas hidup warga.

Solusi Jangka Panjang: Lebih dari Sekadar Tambal

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Heru Suwondo, membuka wacana penggunaan aspal penyerap air. Sebuah ide brilian yang patut didukung. Aspal jenis ini dirancang untuk mengurangi dampak kerusakan akibat genangan air. Ini bukan hanya soal menambal, tapi juga berinvestasi pada infrastruktur yang lebih tahan lama. Ibarat membangun fondasi rumah yang kuat, bukan hanya sekadar mengecat dinding.

Namun, penggunaan aspal penyerap air hanyalah satu langkah. Perlu ada evaluasi menyeluruh terhadap sistem drainase kota. Air yang menggenang adalah penyebab utama kerusakan jalan. Jika masalah drainase tidak diatasi, penambalan dan penggunaan aspal jenis apapun hanya akan menjadi solusi jangka pendek. Kita perlu kombinasi solusi komprehensif: perbaikan drainase, penggunaan material berkualitas, serta pengawasan berkala.

Apa Artinya Bagi Kantong Anda?

Kerusakan jalan berdampak langsung pada keuangan Anda. Selain biaya perbaikan kendaraan, kemacetan yang disebabkan oleh jalan rusak juga merugikan. Waktu yang terbuang di jalan berarti potensi penghasilan yang hilang. Bahan bakar yang terbuang sia-sia akibat macet juga menambah beban pengeluaran.

BACA JUGA :  Asap Pemicu 'Jeda': Transjakarta Grounded Usai Insiden di Halte Pancoran

Menuju Jakarta yang Lebih Baik

Penambalan 6.000 lubang adalah langkah awal yang positif. Namun, tantangan sesungguhnya adalah bagaimana membangun Jakarta yang lebih tahan terhadap banjir dan kerusakan jalan. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi juga kita sebagai warga. Dengan pengawasan yang cerdas dan dukungan yang berkelanjutan, Jakarta yang aman dan nyaman untuk ditinggali, bukan lagi mimpi belaka.

Lantas, apakah Anda optimis Jakarta mampu mengatasi masalah ini? Bagaimana pendapat Anda mengenai solusi jangka panjang yang diperlukan?

Share

Explore more

News

Bogor Bergerak: Operasi Pekat Cibinong Jaring Prostitusi Online, Apa Dampaknya?

EventBogor.com – Malam sunyi di Cibinong, Rabu (27/07/2025), terusik oleh derap langkah Satpol PP Kabupaten Bogor. Bukan razia biasa, kali ini operasi Pekat...

Related Articles
News

Banjir di Perumahan Arum Park Bogor: Tembok Jebol, Warga Was-was

EventBogor.com – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Bogor pada Selasa malam, 29...

News

APKLI Curiga Ada ‘Tangan Asing’ di Balik Raperda KTR, Pedagang Minta Perlindungan

EventBogor.com – Kabar mengejutkan datang dari Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI)....

News

Bendung Cibarengkok Jebol: Banjir Landa Bogor, Nasib Petani & Warga Terancam

EventBogor.com – Kabar duka datang dari Kabupaten Bogor. Hujan deras dan sedimentasi...

News

Flyover Latumenten Bikin Macet: DPRD DKI Minta Dishub Bertindak Cepat

EventBogor.com – Jakarta, hiruk pikuk kota seolah tak pernah padam. Namun, kini,...