Kepala Puskesmas Kemang, Farida Sulistyowati, mengungkapkan bahwa respons dari berbagai pihak sangat positif. Pendekatan dongeng terbukti lebih efektif dalam menarik perhatian anak-anak dibandingkan metode konvensional. Program ini akan menjadi kegiatan rutin yang digelar di sekolah-sekolah dan lembaga PAUD. Bahkan, mereka berencana untuk mengembangkan program ini dengan menghadirkan tokoh-tokoh baru dan cerita yang relevan dengan isu kesehatan anak lainnya. Targetnya jelas: menurunkan angka karies gigi pada anak-anak dan membentuk generasi yang lebih peduli terhadap kesehatan gigi dan mulut.
Skenario Relatable: Si Kecil dan Dokter Gigi
Coba ingat-ingat, berapa banyak anak yang takut ke dokter gigi? Melalui ‘Dongeng Peri Gigi’, ketakutan itu perlahan-lahan bisa dihilangkan. Anak-anak akan belajar bahwa ke dokter gigi itu menyenangkan, karena mereka akan bertemu dengan Peri Gigi dan teman-temannya yang akan membantu menjaga kesehatan gigi mereka. Ini adalah langkah awal yang cerdas untuk membangun kebiasaan baik sejak dini.
Jadi, apakah ‘Dongeng Peri Gigi’ hanya sekadar program kesehatan? Tentu tidak. Ini adalah upaya nyata untuk menciptakan generasi yang lebih sehat, cerdas, dan bahagia. Sebuah contoh bagaimana inovasi dan kreativitas bisa mengubah cara kita peduli terhadap kesehatan anak-anak. Sebuah harapan, senyum sehat anak-anak Bogor akan bersinar lebih terang.