EventBogor.com – Kabar duka datang dari Ciseeng, Kabupaten Bogor. Hujan deras yang mengguyur beberapa waktu lalu tak hanya membawa berkah, tapi juga musibah. Tanggul di Desa Babakan jebol, merendam ratusan kolam ikan milik warga dan berpotensi menimbulkan kerugian hingga miliaran rupiah. Apa yang terjadi sebenarnya, dan bagaimana dampaknya bagi para petani ikan di sana?
Bayangkan, Anda adalah seorang petani ikan. Dengan susah payah, Anda merawat kolam-kolam ikan yang menjadi sumber penghidupan. Lalu, tiba-tiba, air bah datang menerjang, menjebol tanggul yang selama ini menjadi benteng pertahanan. Air keruh menggenangi kolam, ikan-ikan berhamburan, dan mimpi-mimpi Anda pun ikut hanyut terbawa banjir.
Titik Krusial: 60 Kubik Batu Kali untuk Pemulihan
Kosasi, pengawas dari Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jawa Barat, turun langsung ke lokasi untuk meninjau kerusakan. Ia menjelaskan bahwa setidaknya dibutuhkan 60 bronjong, masing-masing berukuran satu kubik batu kali, untuk menambal tanggul yang jebol di tiga titik berbeda. Angka ini bukan hanya sekadar angka. Ini adalah representasi dari upaya keras yang harus dilakukan untuk mengembalikan kondisi seperti semula. Ini juga berarti beban biaya yang tidak sedikit bagi pemerintah daerah.
“Kita lakukan pemasangan bronjong dulu, sebelum normalisasi,” ujar Kosasih. Artinya, penanganan darurat menjadi prioritas utama untuk mencegah kerusakan yang lebih parah. Ini adalah langkah yang tepat, karena setiap detik berharga untuk menyelamatkan sisa ikan yang mungkin masih bisa diselamatkan.