Bang Kent menegaskan bahwa proyek strategis pembangunan infrastruktur tidak boleh mengorbankan kenyamanan dan keselamatan warga. Ia mendesak Dishub DKI Jakarta untuk segera mengambil tindakan konkret, seperti pengaturan lalu lintas yang lebih baik, penempatan petugas di lapangan, serta koordinasi yang lebih efektif dengan pihak kontraktor proyek. Ini bukan hanya tentang membangun flyover, tetapi juga tentang menciptakan solusi yang berkelanjutan dan berpihak pada kepentingan masyarakat.
Lantas, akankah Dishub DKI Jakarta bergerak cepat menanggapi keluhan warga dan desakan dari anggota dewan? Atau, kemacetan di Latumenten akan terus menjadi momok yang menghantui para pengendara?