EventBogor.com – Di tengah hiruk pikuk pembangunan, Kabupaten Bogor tak melupakan akar sejarahnya. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, menekankan pentingnya proses penamaan rupabumi yang cermat, mempertimbangkan aspek historis, sosial, dan budaya. Hal ini disampaikan dalam kegiatan sosialisasi dan bimbingan teknis (bimtek) penyelenggaraan nama rupabumi di Babakan Madang.
Mengapa Ini Penting Sekarang?
Bayangkan, Anda sedang mencari alamat rumah teman di Bogor. Jika nama jalan, gang, atau bahkan sebuah bukit tidak jelas, bagaimana Anda bisa menemukan tujuannya? Itulah mengapa penamaan rupabumi, atau penamaan unsur-unsur geografis, sangat krusial. Bukan hanya sekadar label, ini adalah fondasi bagi tata kelola wilayah yang baik, perencanaan pembangunan yang tepat, dan pelestarian identitas daerah.
Menyelami Lebih Dalam: Apa Itu Rupabumi?
Rupabumi mencakup segala sesuatu yang ada di permukaan bumi: gunung, sungai, jalan, hingga perkampungan. Di Kabupaten Bogor, yang kaya akan sejarah dan kearifan lokal, setiap unsur ini memiliki cerita tersendiri. Nama-nama tersebut adalah cerminan perjalanan masyarakat, nilai-nilai yang mereka pegang, dan kisah-kisah yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Contoh Nyata: Ketika Nama Menyimpan Sejarah
Ambil contoh nama sebuah kampung di Bogor. Mungkin ada nama yang berasal dari sejarah perjuangan tokoh masyarakat, atau bahkan dari jenis tanaman yang banyak tumbuh di sana. Penamaan yang tepat akan menjadi pengingat sejarah yang tak ternilai harganya. Sebaliknya, penamaan yang asal-asalan berisiko menghilangkan jejak-jejak sejarah yang berharga.
Apa Artinya Bagi Kabupaten Bogor?
Bimtek ini bukan hanya sekadar acara seremonial. Ini adalah investasi jangka panjang. Dengan penamaan rupabumi yang tepat, Kabupaten Bogor akan:
1. Memperkuat Identitas: Nama-nama yang bermakna akan memperkuat rasa memiliki dan kebanggaan terhadap daerah.
2. Mempermudah Perencanaan: Data rupabumi yang akurat akan mempermudah perencanaan pembangunan, mulai dari infrastruktur hingga pariwisata.
3. Melestarikan Warisan Budaya: Proses penamaan yang cermat akan memastikan nilai-nilai sejarah dan budaya tetap lestari.
Sekda Ajat: Komitmen yang Tegas
Sekda Ajat Rochmat Jatnika menekankan bahwa proses penamaan harus dilakukan dengan cermat dan memperhatikan aspek historis. Ia juga mengingatkan agar kegiatan bimtek ini tidak hanya menjadi formalitas. Para peserta diharapkan memberikan kontribusi nyata dalam penamaan rupabumi, sesuai dengan kaidah ilmiah dan tetap menghargai kekhasan lokal. Ini sejalan dengan arahan Bupati Bogor, Rudy Susmanto, yang senantiasa menekankan pentingnya keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian sejarah.
Kesimpulan: Menjaga Memori, Membangun Masa Depan
Penamaan rupabumi adalah investasi penting bagi Kabupaten Bogor. Ini bukan hanya tentang memberi nama, tetapi juga tentang menjaga memori, menghargai sejarah, dan membangun masa depan yang lebih baik. Apakah kita semua, sebagai warga Bogor, peduli dengan nama-nama tempat di sekitar kita? Apakah kita tahu cerita di balik nama-nama tersebut?