Mari kita ambil contoh sederhana. Seorang perawat, sebut saja Sinta, harus melayani puluhan pasien setiap hari. Mulai dari memeriksa kondisi fisik, memberikan obat, hingga memberikan dukungan moral. Di tengah keterbatasan jumlah nakes, Sinta harus bekerja lembur, bahkan mengorbankan waktu bersama keluarga. Semua ini demi memastikan pasien mendapatkan perawatan terbaik. Namun, pengorbanan Sinta seolah tak dihargai, karena gajinya tak kunjung naik.
Pandemi: Mengingat Kembali Pengorbanan Tak Ternilai
Kita tak boleh melupakan pengorbanan nakes selama pandemi COVID-19. Indonesia bahkan mencatat angka kematian nakes tertinggi kelima di dunia. Mereka mempertaruhkan nyawa, berjuang di garis depan, demi menyelamatkan kita. Apakah kita akan membiarkan pengorbanan mereka berlalu begitu saja, tanpa adanya peningkatan kesejahteraan?