EventBogor.com – Kabar tak sedap datang dari dunia pendidikan Banten. SMAN 1 Kota Serang, melalui Ketua Komite, Muhammad Arif Kirdiat, menyuarakan kekhawatiran mendalam terhadap aturan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 yang dirilis Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten. Mereka curiga ada potensi celah kecurangan dalam sistem baru ini. Mari kita bedah lebih dalam, apa sebenarnya yang membuat mereka was-was?
Regulasi yang Meragukan: Mengapa Ini Penting Sekarang?
Bayangkan Anda sedang mencari pekerjaan. Anda sudah mengirimkan lamaran, tapi proses verifikasi data Anda dilakukan oleh perusahaan lain yang bahkan tidak Anda kenal. Aneh, bukan? Itulah kira-kira yang dirasakan oleh Komite SMAN 1 Kota Serang. Mereka menyoroti beberapa poin dalam aturan SPMB 2026 yang dianggap bermasalah dan membuka peluang manipulasi.
Kenapa ini penting? Karena SPMB adalah gerbang utama bagi siswa untuk masuk ke sekolah impian mereka. Jika proses seleksi tidak transparan dan rentan kecurangan, maka mimpi-mimpi anak-anak tersebut bisa jadi korban. Kualitas pendidikan, pada akhirnya, akan terpengaruh secara signifikan.
Celah yang Mengkhawatirkan: Verifikasi Data di Tangan Pihak Lain
Salah satu poin krusial yang disoroti adalah kebijakan yang memungkinkan verifikasi data calon siswa dilakukan oleh sekolah lain. Menurut Arif, aturan ini tidak logis dan berpotensi menimbulkan konflik kepentingan. “Misalnya ada siswa yang mendaftar ke SMAN 1, tapi verifikasinya bisa dilakukan sekolah lain. Itu kan tidak masuk akal. Ya nggak lucu kalau yang memverifikasi justru sekolah lain,” tegasnya.
