Eventbogor.com – Pemprov Jawa Barat menghadapi tekanan serius terkait daya tampung Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti yang diperkirakan hanya tersisa sekitar enam bulan ke depan.

Untuk mengatasi krisis sampah yang semakin mendesak, pihak pemprov mulai membuka opsi untuk mengaktifkan kembali zona 3 dan zona 4 di TPA Sarimukti.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka pendek dalam menangani volume sampah harian dari wilayah Bandung Raya yang terus meningkat.

Kondisi saat ini menunjukkan bahwa zona 1 dan 2 di TPA Sarimukti telah mencapai kapasitas maksimal, sehingga diperlukan intervensi cepat agar tidak terjadi overload.

Reaktivasi zona lama bukan tanpa tantangan, mengingat aspek lingkungan dan potensi dampak terhadap masyarakat sekitar harus dipertimbangkan secara matang.

Pemprov Jabar tengah melakukan kajian teknis bersama dinas terkait serta melibatkan pihak ahli lingkungan untuk memastikan reaktivasi dapat dilakukan secara aman dan berkelanjutan.

Salah satu fokus utama adalah memperbaiki sistem pengolahan lindi dan pengelolaan gas metana yang dihasilkan dari zona lama.

Selain reaktivasi, Pemprov juga mendorong percepatan penerapan konsep zero waste di tingkat kota dan kabupaten hulu.

Program pengurangan sampah dari sumber, daur ulang, serta edukasi masyarakat menjadi prioritas bersama dalam jangka menengah dan panjang.

Upaya ini sejalan dengan target Jawa Barat untuk menekan volume sampah yang masuk ke TPA hingga 30 persen pada tahun 2026.

BACA JUGA :  Jakarta Lengang, GBK Jadi 'Oase' Warga: Olahraga & Kulineran saat Mudik