Eventbogor.com – Curah hujan tinggi yang melanda Bogor bagian barat pada akhir April 2026 memicu serangkaian bencana hidrometeorologi yang meluas di wilayah tersebut.

Kejadian ini menjadi sorotan utama dalam kajian bencana alam di wilayah perkotaan dan pedesaan yang rentan terhadap perubahan iklim.

Banjir akibat luapan sungai dan longsor di tanah yang labil terjadi di sejumlah kecamatan, menyebabkan kerusakan signifikan pada permukiman warga hingga fasilitas umum.

Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Rumpin, Cigudeg, Jasinga, Parungpanjang, Leuwiliang, dan Pamijahan.

Desa-desa seperti Rumpin, Gobang, Cintamanik, Argapura, Bangunjaya, Rengasjajar, Batujajar, Tegallega, Pangaur, Dago, Purwasari, dan Purwabakti mengalami dampak serius akibat bencana ini.

Rumah warga rusak parah, jembatan terputus, dan akses jalan terganggu, menghambat mobilitas serta pelayanan dasar masyarakat.

Bencana ini juga mengganggu aktivitas pendidikan dan layanan kesehatan di beberapa lokasi terdampak.

Anak-anak terpaksa tidak masuk sekolah karena fasilitas belajar rusak atau tidak dapat dijangkau.

Puskesmas dan posyandu di beberapa desa mengalami kerusakan ringan hingga sedang, mempersulit penanganan kesehatan warga.

Forum Komunikasi Bumi Putra (FKBP) Bogor Barat turut ambil bagian dalam penanganan darurat dengan langsung turun ke lapangan.

BACA JUGA :  KNPI Cigudeg Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir di Bogor