Home News Masyarakat Adat Nusantara: Mengapa UU Pengakuan Adat Mendesak?
News

Masyarakat Adat Nusantara: Mengapa UU Pengakuan Adat Mendesak?

Share
Share

EventBogor.com – Di tengah hiruk pikuk modernisasi, ada suara-suara yang tak pernah lelah berjuang. Suara dari akar budaya bangsa, masyarakat adat Nusantara, kembali menyuarakan tuntutannya. Peringatan Hari Kebangkitan Masyarakat Adat Nusantara, yang jatuh setiap 17 Maret, menjadi momentum penting untuk mengingatkan kita semua: pengakuan dan perlindungan terhadap hak-hak masyarakat adat adalah sebuah keniscayaan.

Bayangkan sejenak, Anda adalah bagian dari komunitas adat yang hidup berdampingan dengan alam, memegang teguh tradisi leluhur. Namun, di tengah gempuran pembangunan, hak-hak Anda terancam, tanah adat tergadaikan, dan identitas budaya terpinggirkan. Inilah realitas yang dihadapi oleh banyak masyarakat adat di Indonesia.

Tantangan Panjang yang Belum Berujung

Ketua AMAN Daerah Banten Kidul, Jaro Jajang, dengan tegas menyuarakan keprihatinan. Perjuangan panjang masyarakat adat untuk mendapatkan pengakuan dari negara belum membuahkan hasil yang memadai. RUU Masyarakat Adat, yang diharapkan menjadi payung hukum untuk melindungi hak-hak mereka, hingga kini belum juga disahkan. Ini bukan sekadar persoalan administratif, melainkan menyangkut hajat hidup orang banyak.

Sebut saja kasus perampasan tanah adat, eksploitasi sumber daya alam yang merugikan, hingga kriminalisasi terhadap masyarakat adat yang membela haknya. Semua ini adalah bukti nyata betapa pentingnya UU Masyarakat Adat segera disahkan.

BACA JUGA :  Biaya Bongkar Tiang Monorel Cuma Segini? Jakarta Berbenah!

Apa Artinya Bagi Anda?

Mungkin Anda bertanya, “Apa urusannya dengan saya?” Jawabannya sederhana: keadilan dan keberagaman adalah fondasi dari bangsa yang kuat. Ketika hak-hak masyarakat adat diabaikan, maka keadilan turut tergerus. Ketika identitas budaya terpinggirkan, maka kekayaan bangsa pun turut berkurang.

Pentingnya UU Masyarakat Adat bukan hanya untuk masyarakat adat itu sendiri. Ini adalah tentang kita semua. Ini tentang bagaimana kita menghargai warisan budaya bangsa, tentang bagaimana kita membangun negara yang inklusif, adil, dan berkeadilan.

Doa dan Harapan: Menuju Masa Depan yang Lebih Baik

AMAN Banten Kidul mengajak seluruh komunitas adat untuk menggelar peringatan serentak di daerah masing-masing. Doa bersama, sebagai simbol harapan, menjadi bagian tak terpisahkan dari perjuangan ini. Harapan agar pemerintah segera mengesahkan UU Masyarakat Adat, agar hak-hak masyarakat adat mendapatkan perlindungan yang nyata.

Abah Ugi Sugriana Rakasiwi dari Kasepuhan Gelar Alam, turut menyuarakan harapan yang sama. Ia berharap proses penyusunan hingga pengesahan UU Masyarakat Adat dapat segera rampung. Harapan yang menggema dari hati masyarakat adat, dari akar budaya bangsa, yang layak kita dengar dan perjuangkan bersama.

Jadi, mari kita renungkan. Apakah kita akan membiarkan perjuangan masyarakat adat berlalu begitu saja? Ataukah kita akan berdiri bersama mereka, memperjuangkan keadilan dan keberagaman?

Share

Explore more

News

Atap Baru untuk Pejuang Berita: Program Ganti Atap Rumah Wartawan Resmi Dimulai di Bogor

EventBogor.com – Kabar gembira datang dari Kabupaten Bogor. Program “Ganti Atap Rumah Wartawan” yang digagas PT Sirkular Karya Indonesia (SKI) bersama Promedia Group...

Related Articles
News

HJB ke-543: Bupati Bogor Ajak Warga Bangun Daerah dalam Semangat Kebersamaan

EventBogor.com – Gemuruh musik dan riuhnya sorak sorai menyatu di Cibinong. Bukan...

News

TMII Gelar Salat Idul Fitri Gratis: Jadwal, Lokasi, dan Kejutan Spesial!

EventBogor.com – Kabar gembira bagi warga Jakarta dan sekitarnya! Taman Mini Indonesia...

News

Bogor Siap Sambut Idulfitri: Kantong Parkir Disiapkan untuk Salat di Sempur

EventBogor.com – Menjelang perayaan Idulfitri 1447 H/2026 yang jatuh pada Jumat, 20...

News

Cahaya Lebaran di TMII: Pawai Obor ‘Glow in The Dark’ Sambut Idul Fitri 2026!

EventBogor.com – Malam takbiran Idul Fitri tahun 2026 akan terasa lebih semarak...