Sengketa Lahan: Akar Masalah yang Berujung Tegang
Konflik ini bukan datang tiba-tiba. Akar masalahnya adalah rencana pembangunan rumah susun (rusun) untuk prajurit TNI AD di lahan tersebut. Warga, yang merasa memiliki hak atas lahan itu, menolak keras rencana tersebut. Matheus Dahaklory, kuasa hukum warga, mengungkap bahwa warga telah melakukan berbagai upaya penolakan, termasuk memblokade jalan dan memasang spanduk protes.
Ketegangan mencapai puncaknya ketika salah seorang anggota TNI mencopot spanduk tersebut. Tindakan ini memicu kemarahan warga, yang merasa hak mereka diabaikan. Situasi semakin rumit ketika warga menganggap pembongkaran yang dilakukan sebagai tindakan sewenang-wenang, tanpa adanya perintah pengadilan yang sah.