EventBogor.com – Bayangkan Anda adalah seorang siswa SD yang bersemangat. Pagi ini, bukannya disambut meja dan kursi yang nyaman, Anda justru harus duduk beralaskan lantai atau berbagi ruang sempit dengan teman-teman. Pemandangan ini, sayangnya, bukan lagi fiksi, melainkan realita pahit yang dialami siswa-siswi di SDN Gunung Picung 4, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor.
Kondisi sekolah yang memprihatinkan ini terungkap melalui video yang diunggah aktivis Bogor Barat, Ali Topan Vinayah. Video tersebut memperlihatkan kerusakan di berbagai sudut sekolah: plafon berlubang, lantai yang belum memadai, dan fasilitas belajar yang minim. Ironisnya, di tengah keterbatasan ini, semangat belajar anak-anak tetap membara, meski harus berjuang dengan sarana seadanya.
Antara Bonus Produksi dan Kenyataan Buruk
Yang membuat miris, sekolah ini seharusnya tidak dalam kondisi seperti itu. Letaknya yang berada di wilayah bonus produksi dari perusahaan Star Energy Geothermal seharusnya menjadi keuntungan. Sekitar 30 persen wilayah sekolah masuk dalam skema tersebut. Namun, kenyataannya? Perbaikan maksimal tak kunjung datang.
“Seharusnya sekolah ini mendapat perhatian lebih,” ujar Ali, menyuarakan keresahan warga. “Apalagi ada dana bagi hasil dari perusahaan besar, tapi kenyataannya anak-anak masih belajar dalam kondisi terbatas.” Pernyataan ini membuka kotak pandora pertanyaan: ke mana perginya dana tersebut? Apakah ada prioritas yang salah dalam pengelolaan anggaran?