Deepfake memanfaatkan artificial intelligence (AI) untuk meniru wajah dan suara seseorang. Prosesnya melibatkan pengumpulan data berupa foto dan video target, kemudian AI dilatih untuk menggabungkan elemen-elemen tersebut. Hasilnya adalah video yang sangat meyakinkan, bahkan mampu meniru ekspresi wajah dan gerakan bibir dengan sempurna. Saking canggihnya, mata telanjang seringkali kesulitan membedakan mana yang asli dan palsu.
Dampak Nyata di Dunia
Skenario hipotetis: Sebuah video deepfake menunjukkan seorang pemimpin dunia membuat pernyataan yang provokatif. Akibatnya, hubungan diplomatik memburuk, pasar saham anjlok, dan kepercayaan publik terhadap pemerintah merosot tajam. Ini hanya satu contoh kecil dari potensi dampak buruk deepfake.