Dirjen Perikanan Budidaya KKP, Haeru Rahayu, menjelaskan bahwa ikan sapu-sapu akan diolah menjadi dua produk utama: pupuk organik dan tepung ikan untuk pakan ternak. “Yang paling gampang adalah dipakai untuk pupuk organik,” ungkapnya. Ini adalah langkah cerdas. Daripada hanya dibuang atau dibiarkan membusuk, ikan sapu-sapu bisa diubah menjadi nutrisi bagi tanaman, membantu petani meningkatkan hasil panen. Ini juga bisa mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, yang seringkali punya dampak negatif pada lingkungan.
Namun, ada pertimbangan serius soal pengolahan menjadi tepung ikan. Haeru mengingatkan tentang risiko residu yang bisa membahayakan jika masuk ke rantai makanan manusia. Karena itu, KKP akan sangat berhati-hati dalam proses ini, memastikan keamanan produk akhir sebelum diedarkan.
Dampak Praktis Bagi Kita: Apa Artinya Bagi Kantong Anda?
Tentu saja, rencana ini punya dampak luas. Pertama, sungai-sungai yang lebih bersih dan sehat akan meningkatkan kualitas air dan lingkungan secara keseluruhan. Ini juga bisa membuka peluang ekonomi baru. Misalnya, jika pupuk organik dari ikan sapu-sapu terbukti efektif, petani bisa menghemat biaya pupuk kimia, dan pada akhirnya, harga bahan pangan bisa lebih stabil. Kemudian, jika pakan ternak dari ikan sapu-sapu berhasil diproduksi, ini bisa menekan harga pakan ternak, yang akan berdampak pada harga daging dan telur di pasaran.