Anggaran Ada, Tapi…
Kabar baiknya, di tahun ini, Desa Tegal mendapat alokasi anggaran untuk perbaikan jalan lainnya. Dua proyek rekontruksi jalan sudah direncanakan, masing-masing dengan nilai fantastis: Rp800 juta untuk jalan Tegal-Kahuripan dan Rp1 miliar untuk jalan Pondok Udik Karihkil. Ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah terhadap perbaikan infrastruktur. Namun, fokus perbaikan jalan yang rusak parah di Nagrok tetap menjadi perhatian utama.
Apakah anggaran sudah dialokasikan untuk perbaikan jalan di Kampung Nagrok? Jika belum, mengapa? Jika sudah, mengapa belum ada tanda-tanda pengerjaan? Pertanyaan-pertanyaan ini yang kini berputar di benak warga.
Apa Artinya Bagi Warga Kemang?
Dampak jalan rusak sangat terasa. Selain risiko kecelakaan, biaya perawatan kendaraan juga membengkak. Waktu tempuh perjalanan pun menjadi lebih lama. Efek domino lainnya, roda perekonomian bisa terganggu. Distribusi barang dan jasa terhambat, aktivitas warga menjadi tidak efisien.
Kita bisa ambil contoh. Bayangkan seorang pedagang sayur yang harus mengangkut dagangannya melewati jalan rusak. Selain risiko sayuran rusak, biaya transportasi juga meningkat, yang ujung-ujungnya akan membebani konsumen.