Semua berawal dari laporan warga tentang aktivitas mencurigakan di sebuah restoran. Tim Opsnal Polsek Cisauk, dipimpin Kanit Reskrim, segera melakukan penyelidikan. Mereka menyamar sebagai pembeli, sebuah taktik klasik namun efektif. Dalam transaksi pembelian satu strip tramadol seharga Rp70 ribu, tersangka AKM berhasil diamankan. Dari pengakuan AKM, terungkap bahwa obat tersebut berasal dari rekannya, RRS, seorang koki di restoran yang sama.
Jejak Tramadol: Dari Pasar Tanah Abang ke Cisauk
Pengembangan berlanjut ke mess karyawan, tempat RRS menyimpan barang bukti. Di sana, polisi menemukan 17 strip tramadol, masing-masing berisi 10 butir. Namun, yang lebih mengejutkan adalah temuan lain: satu unit airsoftgun lengkap dengan amunisi dan gas, sebilah pisau sangkur, alat pemukul genggam, dan satu botol yang diduga bom molotov. Sungguh, sebuah ‘paket’ yang jauh dari kesan koki restoran.
Apa Artinya Bagi Kita?