Bank Indonesia pun harus bergerak cepat menjaga stabilitas dengan mempertahankan BI Rate di angka 4,75 persen pada bulan April ini.
Selain urusan kurs, melonjaknya harga minyak dunia juga menjadi ancaman nyata yang bisa membuat beban subsidi energi kita membengkak drastis.
Untuk mengantisipasi hal itu, skema efisiensi senilai Rp150 triliun sudah disiapkan sebagai tameng agar APBN tidak jebol di tengah fluktuasi harga komoditas.
Pemerintah juga mulai melirik pasar China dengan rencana penerbitan Panda Bond demi menggaet lebih banyak investor global ke tanah air.
Intinya, meski dihantam ketidakpastian dari berbagai arah, sinergi antara kebijakan moneter dan fiskal diharapkan tetap bisa menjaga ekonomi kita tetap stabil sepanjang tahun 2026 ini.