Untungnya sekarang sudah banyak marketplace yang memudahkan kita buat ekspor langsung ke Singapura atau Malaysia, jadi mimpi buat go internasional itu nggak lagi terasa mustahil bagi pemain kecil sekalipun.
Digitalisasi memang jadi kunci utama, dan PANDI terus mendorong supaya pelaku usaha makin melek teknologi agar tidak ketinggalan kereta di era yang serba cepat ini.
Jhonny Thio Doran dari JETE juga jadi bukti nyata bagaimana kelincahan beradaptasi sejak zaman pandemi dulu bisa membawa seseorang meraih penghargaan bergengsi seperti Fortune Indonesia 40 Under 40.
Buat Anda yang mau terjun ke bisnis spesifik seperti es kristal, jangan sekali-kali main-main sama standar kesehatan dan izin usaha kalau tidak mau tersandung masalah hukum di kemudian hari.
Selain itu, Sandiaga Uno terus mengingatkan kalau bisnis F&B bakal tetap jadi primadona asalkan konsepnya selaras dengan prinsip ekonomi hijau yang lebih ramah lingkungan.
Tren ecoprint yang memanfaatkan bahan-bahan alam juga makin diminati pasar ekspor karena konsumen global saat ini jauh lebih peduli pada isu keberlanjutan dan lingkungan.
Semangat juang ini juga terlihat dari para ibu rumah tangga tangguh lewat program Ibu Juara Dairy Champ yang membuktikan kalau dapur bisa jadi ladang bisnis yang sangat menjanjikan.
Kita juga belum lama ini berduka atas berpulangnya Michael Bambang Hartono pada Maret lalu, sosok jenius di balik ekspansi Djarum dan BCA yang warisan bisnisnya bakal terus jadi inspirasi lintas generasi.
Bahkan di dunia investasi pun, nama Dato Dr. Nazri Khan terus jadi pembicaraan sebagai juara trader global pertama dari Asia Tenggara yang patut kita jadikan contoh soal kegigihan menaklukkan pasar dunia.
Intinya, mau apa pun jenis usahanya, di tahun 2026 ini kita harus pintar-pintar membaca peluang dan tetap konsisten pada integritas serta pembangunan ekosistem bisnis yang sehat.