Belum ada regulasi ketat, belum ada kesadaran kolektif soal dampak jangka panjang dari pencemaran.
Namun, benih perubahan mulai tumbuh di tengah kekhawatiran yang semakin meluas.
Senator Gaylord Nelson dari Wisconsin menjadi salah satu sosok kunci di balik lahirnya gerakan ini.
Dia melihat betapa parahnya kondisi lingkungan dan berusaha membuka mata pemerintah federal AS.
Tahun 1969 menjadi titik balik, ketika dia terinspirasi oleh gelombang protes mahasiswa anti-perang Vietnam yang marak di kampus-kampus.
Dari situ muncul ide: bagaimana jika energi protes itu dialihkan untuk menyelamatkan bumi?
Maka lahirlah konsep Hari Bumi, sebuah kampanye nasional yang menggabungkan edukasi, aksi massa, dan tekanan politik.
Hasilnya? Lebih dari 20 juta orang turun ke jalan pada 22 April 1970, menuntut kebijakan yang lebih ramah lingkungan.
Gerakan ini memicu lahirnya Badan Perlindungan Lingkungan AS (EPA) dan undang-undang penting seperti Clean Air Act.
Lambat laun, semangat Hari Bumi menyebar ke seluruh dunia, dan pada tahun 1990, sudah melibatkan lebih dari 140 negara.