Dengan melibatkan 341 siswa dari 10 sekolah berbeda, kegiatan ini juga didukung oleh Yayasan SUKA Indonesia untuk memastikan pelaksanaannya sesuai dengan kebutuhan lokal.
Yonathan Hani, S.Kom., M.AP, Wakil Bupati Sumba Timur, menyambut baik kehadiran program ini.
Ia menilai bahwa metode pembelajaran yang interaktif dan berbasis praktik sangat dibutuhkan untuk melengkapi sistem pendidikan yang ada.
‘Ini memberi pengalaman baru bagi siswa—bukan cuma menghafal, tapi benar-benar mencoba dan mengeksplorasi,’ katanya.
Harapannya, inisiatif ini bisa menumbuhkan minat belajar sekaligus memperkuat keterampilan yang dibutuhkan di masa depan.
Langkah di Sumba Timur menjadi awal dari rencana ekspansi program ke tingkat nasional, menunjukkan bahwa MR. D.I.Y. tidak hanya berperan sebagai penyedia kebutuhan rumah tangga, tapi juga sebagai mitra dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
Dengan pendekatan yang relevan dan kontekstual, perusahaan berharap bisa turut membuka lebih banyak akses bagi generasi muda untuk menjadi inovator bangsa.