Eventbogor.com – Situasi politik di Nepal berubah cepat setelah gelombang protes besar yang dipimpin anak muda. Perdana Menteri K. P. Sharma Oli mengundurkan diri, dan akhirnya Sushila Karki, mantan Ketua Mahkamah Agung Nepal, resmi ditunjuk sebagai Prime Minister sementara pada 12 September 2025.
Latar Belakang
Sushila Karki dikenal sebagai wanita pertama yang pernah menjabat sebagai Ketua Mahkamah Agung Nepal pada 2016–2017. Reputasinya yang bersih dan tegas membuat banyak demonstran menilai ia sosok tepat untuk memimpin masa transisi.
Peran Gen Z dan Voting Discord
Dalam aksi protes yang didominasi generasi muda, muncul gerakan digital di platform Discord. Ribuan anggota berdiskusi dan menggelar voting untuk menentukan calon pemimpin transisi. Dari beberapa nama yang muncul, Sushila Karki mendapat dukungan paling banyak.
Tugas Pemerintahan Sementara
Pemerintahan sementara di bawah Sushila Karki diberi mandat untuk menjaga stabilitas, menindaklanjuti tuntutan demonstran, serta mempersiapkan pemilu umum yang dijadwalkan pada 5 Maret 2026. Parlemen pun telah dibubarkan untuk membuka jalan menuju pemilu tersebut.