EventBogor.com – Di tengah hiruk pikuk bulan suci Ramadan, Jakarta tak pernah berhenti berdenyut. Di jantung Blok M, kisah malam terus bergulir, dengan para ‘kupu-kupu malam’ yang setia menunggu, seolah waktu berhenti berputar. Pemandangan ini, di mana kehidupan malam berjalan seiring dengan datangnya bulan puasa, menghadirkan ironi sekaligus refleksi mendalam tentang dinamika kota metropolitan.
Dua Sisi Mata Uang: Ramadan dan Gemerlap Blok M
Bayangkan Anda baru saja selesai melaksanakan salat tarawih. Udara malam Jakarta terasa sejuk, namun di Blok M, semangat masih menyala. Jam menunjukkan pukul 02.00 dini hari, tetapi lalu lintas masih ramai. Knalpot motor meraung, pedagang kaki lima masih sibuk melayani pembeli. Di tengah semua itu, para perempuan yang kerap dijuluki ‘kupu-kupu malam’ masih berdiri di tempat yang sama, menunggu. Ini bukan hanya sekadar potret, melainkan sebuah realitas yang kompleks, perpaduan antara spiritualitas dan kehidupan duniawi.