Eventbogor.com – Aliansi Masyarakat Cigudeg, Rumpin, Parung Panjang (AMCRP) Kabupaten Bogor menyampaikan pernyataan sikap resmi pada 22 April 2026 terkait dampak penutupan sementara aktivitas pertambangan di wilayahnya.
Penutupan sementara operasional tambang di Cigudeg, Rumpin, dan Parung Panjang berdampak luas terhadap perekonomian lokal dan mata pencaharian masyarakat.
Ribuan pekerja yang bergantung pada sektor tambang, termasuk sopir angkutan, buruh harian, dan mekanik, kini kehilangan sumber penghasilan utama mereka.
Tidak hanya tenaga kerja langsung, pelaku usaha mikro seperti warung makan, bengkel, dan penjual bahan pokok juga mengalami penurunan drastis dalam omzet.
Roda ekonomi yang selama ini bergantung pada aktivitas tambang kini terhenti, menciptakan ketidakpastian masa depan bagi banyak keluarga.
Dani Murdani, koordinator AMCRP, menegaskan bahwa penghentian kegiatan tambang memberi dampak langsung terhadap keberlangsungan hidup ribuan warga.
Menurutnya, banyak warga yang kini tidak memiliki alternatif pekerjaan lain dan menghadapi kesulitan memenuhi kebutuhan dasar.
Di tengah krisis ekonomi ini, program bantuan sosial (bansos) yang dijanjikan pemerintah dinilai belum berjalan secara efektif.
AMCRP mencatat adanya persoalan dalam penyaluran bansos, terutama terkait ketepatan sasaran dan transparansi proses distribusi.
Banyak warga terdampak yang belum menerima bantuan meskipun terdaftar sebagai penerima yang sah.
