Eventbogor.com – Pemerintah Kota Bandung menyadari bahwa solusi konvensional seperti pelebaran jalan tidak lagi cukup untuk mengatasi kemacetan yang semakin parah di wilayahnya.

Sebagai alternatif, Pemkot Bandung mulai mematangkan strategi berbasis teknologi dengan mengembangkan sistem transportasi cerdas yang memanfaatkan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Langkah ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan smart city di Bandung, khususnya dalam mengelola lalu lintas secara real-time dan efisien.

Teknologi AI akan diterapkan untuk memantau arus kendaraan, mengatur sinyal lalu lintas secara dinamis, serta memberikan rekomendasi rute alternatif kepada pengguna jalan melalui aplikasi mobile.

Pendekatan ini diharapkan dapat menekan waktu tempuh, mengurangi emisi kendaraan, dan meningkatkan kualitas hidup warga di tengah pertumbuhan urbanisasi yang pesat.

Dinas Perhubungan Kota Bandung menyatakan bahwa uji coba sistem AI telah dilakukan di sejumlah titik rawan macet seperti Simpang Dago, Simpang Pasteur, dan Jalan Pajajaran.

Data yang dikumpulkan dari kamera CCTV dan sensor lalu lintas akan diproses secara otomatis untuk memberikan respons cepat terhadap kepadatan jalan.

Selain itu, integrasi dengan sistem transportasi publik seperti Trans Metro Bandung juga sedang digodok agar dapat beroperasi secara sinkron.

Wali Kota Bandung menekankan bahwa transformasi digital dalam pengelolaan lalu lintas adalah langkah strategis menuju kota yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Upaya ini sejalan dengan visi Indonesia Tech Sovereignty yang juga digaungkan oleh Telkom dalam forum nasional tahun 2026.

BACA JUGA :  OPPO Reno 15 F 5G: Selfie Ultra-Wide 50MP, Baterai Jumbo 7000mAh Siap Guncang Pasar?