Home News Bahlil Wacanakan Bensin Campur 10% Etanol, Apa Dampaknya Buat Kita?
News

Bahlil Wacanakan Bensin Campur 10% Etanol, Apa Dampaknya Buat Kita?

Share
Share

Apa itu E10?

Eventbogor.com – E10 adalah bensin yang dicampur 10% etanol. Etanol ini bisa dibuat dari tanaman seperti tebu dan singkong. Gagasan ini disuarakan oleh Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, dengan tujuan mengurangi ketergantungan impor BBM dan mengurangi emisi karbon.

Kenapa Pemerintah Dorong E10?

Intinya ada dua: menghemat devisa lewat pengurangan impor BBM, dan mengurangi jejak karbon dengan memanfaatkan biofuel. Selain itu, dorongan E10 juga bisa bantu tumbuhkan industri lokal—dari petani sampai pabrik etanol.

Siap atau tidak industri etanol kita?

Ini PR terbesar. Untuk jadi E10 nasional dibutuhkan jutaan ton etanol tiap tahun. Pemerintah sudah rencanakan pembangunan pabrik etanol berbasis singkong dan tebu, tapi sebelum aturan mandatori diterapkan penuh, rantai pasokan dan fabrikasi harus siap dulu.

Aman untuk kendaraan?

Pemerintah menyebut banyak kendaraan modern kompatibel sampai kandungan etanol 20%. Namun kenyataannya beda-beda: usia kendaraan, tipe mesin, dan perawatan berpengaruh. Jadi perlu uji lebih luas dan sosialisasi supaya kendaraan lama nggak kena masalah.

Manfaat yang Bisa Kita Rasakan

  • Berkurangnya impor BBM → potensi penghematan devisa.
  • Lapangan kerja baru di sektor pertanian dan manufaktur etanol.
  • Emisi turun dibanding bahan bakar 100% fosil.
BACA JUGA :  AMPG Laporkan Pembuat Meme Bahlil ke Polda Metro Jaya, Netizen Heboh!

Risiko yang Harus Diwaspadai

  • Peralihan lahan untuk bahan baku bisa pengaruhi ketersediaan pangan dan harga.
  • Investasi infrastruktur dan logistik butuh biaya besar.
  • Kendaraan lama mungkin perlu penyesuaian atau perlakuan khusus.

Tahapan Implementasi yang Realistis

  1. Susun regulasi & standar teknis untuk blending.
  2. Bangun pabrik & amankan supply chain etanol.
  3. Uji coba skala kecil (wilayah/jenis BBM tertentu).
  4. Sosialisasi dan edukasi publik serta pemilik kendaraan.
  5. Penerapan bertahap sampai pencapaian mandatori nasional.

Kesimpulan

Wacana E10 dari Bahlil punya potensi besar buat kemandirian energi dan pengurangan emisi. Tapi biar nggak jadi bumerang, transisinya harus terencana: produksi etanol, regulasi, uji kompatibilitas kendaraan, dan edukasi publik — semuanya harus jalan berbarengan.

Share
Written by
Haidar Ali Asgari

Nggak banyak gaya, yang penting banyak cerita Lagi suka explore tempat baru + dengerin lagu lama Biar hidup ada soundtrack-nya

Explore more

News

Geger! Harga Beras di Pasar Bogor Melesat, Ini Biang Keroknya!

EventBogor.com – Kenaikan harga beras di Pasar Bogor menjadi sorotan utama dalam beberapa waktu terakhir. Para pedagang dan konsumen mengeluhkan melonjaknya harga komoditas...

Related Articles
News

Wajah Baru Jakarta: Monorail Runtuh, Kuningan Bertransformasi!

EventBogor.com – Jakarta, kota metropolitan yang tak pernah tidur, kembali mengukir lembaran...

News

Patung Pahlawan ‘Kecil & Nyempil’ Mau Dipindah! Ada Apa dengan MH Thamrin?

EventBogor.com – Jakarta, sebuah kota metropolitan yang tak pernah tidur, kembali menjadi...

News

Eksibisionis di Blok M! WNA Pamer Alat Kelamin, Pramono: Hukum Berat!

EventBogor.com – Jakarta digegerkan oleh aksi tak senonoh yang dilakukan seorang pria...

News

Transjakarta Tak Jadi Naik? Gubernur Pramono Ungkap Kabar Baik untuk Warga!

EventBogor.com – Kabar baik datang bagi para pengguna setia Transjakarta! Di tengah...