EventBogor.com – Jakarta kembali bergelut dengan masalah klasik yang tak kunjung usai: banjir. Hujan lebat yang mengguyur sejak dini hari pada Minggu, 18 Januari 2026, telah menyebabkan genangan air di berbagai wilayah, memaksa sebagian warga mengungsi dan menimbulkan kemacetan di beberapa ruas jalan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat dampak signifikan dari cuaca ekstrem ini, dengan puluhan RT dan ruas jalan terendam banjir.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan kerentanan Jakarta terhadap perubahan iklim dan pentingnya kesiapsiagaan serta penanganan yang cepat dan efektif. Banjir tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari warga, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi dan masalah kesehatan.
Data Terkini: 16 RT dan 10 Ruas Jalan Terendam
Hingga pukul 07.00 WIB pada Minggu pagi, data yang dihimpun oleh BPBD DKI Jakarta menunjukkan bahwa sebanyak 16 Rukun Tetangga (RT) dan 10 ruas jalan terendam banjir. Ketinggian air bervariasi, mulai dari 20 cm hingga mencapai 70 cm di beberapa titik. Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) BPBD DKI Jakarta, M Yohan, mengonfirmasi data tersebut dan menjelaskan bahwa petugas terus memantau kondisi di lapangan.
Genangan air tersebar di beberapa wilayah Jakarta, menyebabkan gangguan pada aktivitas warga dan lalu lintas. Pihak BPBD terus melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan lebih lanjut.
Warga Mengungsi dan Upaya Penanganan
Dampak dari banjir ini juga memaksa sejumlah warga untuk mengungsi. Di Kelurahan Tegal Alur, Jakarta Barat, sebanyak 29 orang dari 12 Kepala Keluarga (KK) terpaksa mengungsi di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Alur Anggrek. BPBD DKI Jakarta telah menyediakan fasilitas dan bantuan bagi para pengungsi.
Selain itu, BPBD juga telah mengerahkan personel untuk memantau kondisi genangan di setiap wilayah. Koordinasi intensif dilakukan dengan Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Bina Marga, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) untuk melakukan penyedotan air dan memastikan saluran air berfungsi dengan baik. Upaya ini diharapkan dapat mempercepat surutnya banjir dan mengurangi dampak yang ditimbulkan.
Imbauan dan Kesiapsiagaan Masyarakat
M Yohan juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi genangan lebih lanjut, mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi. Masyarakat diimbau untuk memantau informasi cuaca terkini dan mengambil langkah-langkah pencegahan, seperti membersihkan saluran air di sekitar rumah dan memastikan tidak ada sampah yang menghambat aliran air.
Dalam keadaan darurat, masyarakat diminta untuk segera menghubungi nomor telepon 112. Layanan ini tersedia 24 jam non-stop dan gratis. Kesiapsiagaan masyarakat sangat penting untuk meminimalkan dampak buruk dari banjir dan memastikan keselamatan bersama. Berikut daftar 16 RT yang terendam banjir di Jakarta, di antaranya 2 RT di Jakarta Utara, Kelurahan Ancol: 1 RT.
Banjir di Jakarta menjadi pengingat akan pentingnya mitigasi bencana dan upaya berkelanjutan untuk mengatasi masalah lingkungan. Pemerintah daerah dan masyarakat perlu bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan berkelanjutan.