EventBogor.com – Malam itu, Kota Bogor bergemuruh. Bukan hanya karena riuhnya perayaan Cap Go Meh 2026 yang berhasil memukau, tapi juga karena ‘wejangan’ sang Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Di tengah kemeriahan yang menyatukan berbagai umat, Dedi punya ide brilian: Karnaval Pajajaran! Apa maksudnya, dan bagaimana dampaknya bagi kota hujan tercinta ini?
Bayangkan, Anda berdiri di tengah kerumunan, menyaksikan parade warna-warni, suara musik, dan tarian yang memukau. Itulah atmosfer Cap Go Meh di Bogor, yang digelar bertepatan dengan bulan Ramadan. Sebuah simbol persatuan yang luar biasa. Dedi Mulyadi dengan tegas menyebut Bogor sebagai kota plural, kota budaya, dan kota sejarah. Sebuah pengakuan yang membanggakan, bukan?