Eventbogor.com – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) kembali terjadi di wilayah Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, dan kali ini menimpa seorang jurnalis yang sedang menjalankan tugas kemanusiaan sebagai relawan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pencurian dengan sasaran sepeda motor terjadi pada Senin (15/6/2026) di area parkir depan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Rengasjajar, lokasi yang seharusnya aman karena berada di kompleks kegiatan sosial.

Korban bernama Bayu, yang juga relawan MBG Rengasjajar dan jurnalis media Kupasmerdeka.com, kehilangan sepeda motor Honda Beat Street Brown dengan nomor polisi F 2093 FLO yang sedang terparkir tanpa pengawasan ketat.

Kejadian ini terungkap setelah Bayu menyadari ada kejanggalan di lokasi parkir, yaitu jaket miliknya yang sebelumnya diletakkan di atas motornya justru ditemukan berpindah ke jok kendaraan lain di dekatnya.

Saya langsung curiga saat melihat jaket saya sudah tidak ada di motor dan ternyata berpindah ke kendaraan lain yang terparkir di sampingnya, ujar Bayu saat menceritakan kronologi kejadian.

Bayu kemudian memastikan keberadaan motornya, namun tidak menemukannya di tempat semula.

Ia langsung menanyakan kepada rekan sesama relawan yang berada di lokasi, tetapi tidak ada yang melihat pelaku saat membawa kabur motor tersebut.

Kejadian ini menunjukkan bahwa area parkir yang ramai sekalipun tetap berisiko jika tidak dilengkapi sistem keamanan memadai, terutama di tengah maraknya aksi curanmor di wilayah Cigudeg.

BACA JUGA :  Bogor Dorong Adat di Era AI: Antara Warisan Leluhur & Masa Depan

Bayu segera melaporkan kehilangan tersebut ke Polsek Cigudeg agar proses penyelidikan bisa segera dilakukan dan pelaku dapat diidentifikasi.

Kasus ini menambah panjang daftar tindak pidana curanmor yang terjadi di wilayah Cigudeg dalam beberapa bulan terakhir, yang mulai memicu keresahan di kalangan masyarakat.

Sebagian besar warga sangat bergantung pada sepeda motor sebagai alat transportasi utama untuk bekerja, berdagang, dan akses layanan publik.

Kapolsek Cigudeg, AKP Budi Sehabudin, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan dan langsung mengambil langkah-langkah penyelidikan.

Apabila terjadi tindak pidana pencurian, segera laporkan ke kantor polisi terdekat agar kami bisa berkoordinasi dengan polsek tetangga untuk melakukan penyekatan, ujar AKP Budi Sehabudin.

Ia menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam mencegah aksi curanmor melalui pelaporan cepat dan penerapan langkah antisipasi seperti penggunaan kunci ganda.

Upaya yang dilakukan Polsek Cigudeg saat ini yakni cek TKP, mencari saksi-saksi, dan melakukan pengecekan CCTV, tambahnya.

Tim kepolisian tengah menelusuri rekaman kamera pengawas yang terpasang di sekitar lokasi kejadian untuk mengidentifikasi gerak-gerik pelaku sebelum dan sesudah kejadian.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tidak memarkir kendaraan dalam keadaan terlalu lama tanpa pengawasan, terutama di area publik yang minim pengawasan.

Kejadian ini menjadi peringatan bagi institusi dan komunitas penyelenggara kegiatan sosial untuk meningkatkan pengamanan fasilitas pendukung seperti area parkir.

BACA JUGA :  Polsek Cigudeg Bagikan Makanan Gratis dalam Kegiatan Jumat Berkah di Depan Masjid Baitul Akdis

Program seperti MBG yang bertujuan membantu masyarakat rentan harus tetap berjalan dengan dukungan lingkungan yang aman dan kondusif.

Polsek Cigudeg terus mengajak masyarakat untuk aktif dalam sistem keamanan lingkungan (Siskamling) dan memperkuat sinergi antarwarga dalam mencegah tindak kejahatan.

Dengan kolaborasi antara kepolisian dan masyarakat, diharapkan angka curanmor di wilayah Cigudeg dapat ditekan secara signifikan di tahun 2026.

Untuk sementara, korban masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dari pihak berwajib sambil berupaya melanjutkan aktivitas kemanusiaan yang sedang dijalankan.

Dukungan moril dari rekan sesama relawan dan warga setempat terus mengalir, meskipun kehilangan kendaraan sangat berdampak pada mobilitas sehari-hari.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa keamanan harus menjadi prioritas bersama, terlebih di tengah aktivitas sosial yang melibatkan banyak pihak dan lokasi terbuka.