EventBogor.com – Hujan deras yang mengguyur Jakarta pada Senin, 12 Januari 2026, telah menyebabkan kawasan pemukiman di Bojong Kavling, Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, mulai terendam banjir. Kenaikan air ini menjadi pengingat akan kerentanan wilayah tersebut terhadap banjir, terutama dari kiriman air dari daerah hulu.
Pantauan langsung di lokasi, tepatnya di Jalan Bojong Kavling, RT 12 RW 04, Rawa Buaya, menunjukkan bahwa air mulai menggenangi beberapa area pemukiman warga. Genangan air dilaporkan mencapai kedalaman sekitar 20 cm di beberapa gang yang padat penduduk. Meskipun demikian, jalan utama masih terpantau aman dari genangan, meskipun hujan deras mengguyur sejak dini hari.
Kenaikan Air dan Dampaknya
Ketua RT 12 RW 04 Rawa Buaya, Ibu Yayah, mengkonfirmasi bahwa air mulai naik sejak pagi hari. Kenaikan air ini disebabkan oleh meluapnya Kali Angke. Ibu Yayah menjelaskan bahwa warga telah mulai mengamankan kendaraan mereka dengan memindahkannya ke jalan utama sebagai langkah antisipasi. “Air mulai naik. Karena Kali Angke naik dari malam, ada 2 gang yang mulai terendam, warga sudah evakuasi kendaraan ke jalan utama,” ujar Ibu Yayah kepada Disway.id.
Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi warga Rawa Buaya. Banjir tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan dan kerusakan pada properti warga. Oleh karena itu, langkah-langkah antisipasi dan kesiapsiagaan menjadi sangat penting.
Waspada Banjir Kiriman
Lebih lanjut, Ibu Yayah juga mengingatkan warga untuk mewaspadai potensi banjir kiriman dari Bogor. Kawasan Rawa Buaya yang berbatasan langsung dengan Kali Angke, yang merupakan anak sungai dari Kali Pesanggrahan, memang dikenal rawan terhadap banjir kiriman meskipun di wilayah tersebut tidak terjadi hujan. Hal ini disebabkan oleh sistem drainase dan aliran sungai yang terhubung langsung dengan daerah hulu.
“Warga diimbau waspada banjir susulan karena air Kali Angke mulai naik. Kita siapkan evakuasi apabila terjadi banjir yang lebih tinggi dengan berkoordinasi dengan Kelurahan, PPSU dan Binmas,” tambah Ibu Yayah. Peringatan ini menunjukkan bahwa pemerintah setempat telah mengambil langkah-langkah koordinasi untuk menghadapi kemungkinan terburuk, termasuk menyiapkan jalur evakuasi dan berkoordinasi dengan petugas terkait.
Dampak Luas Banjir di Jakarta
Peristiwa banjir di Rawa Buaya ini menjadi bagian dari rangkaian dampak hujan deras yang melanda Jakarta pada hari itu. Sejumlah ruas jalan lainnya di berbagai wilayah Jakarta juga dilaporkan terendam banjir, mengganggu aktivitas warga dan menyebabkan kemacetan lalu lintas. Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi terkini mengenai lokasi banjir guna menghindari ruas jalan yang tergenang.
Kondisi ini juga berdampak pada operasional transportasi publik. KRL rute Angke-Kampung Bandan dilaporkan tidak dapat beroperasi akibat genangan air di beberapa titik. Hal ini tentu saja menyulitkan mobilitas warga yang mengandalkan transportasi publik untuk beraktivitas.
Situasi banjir ini menyoroti pentingnya penanganan banjir yang komprehensif di Jakarta, termasuk perbaikan sistem drainase, normalisasi sungai, dan upaya mitigasi lainnya. Selain itu, kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana banjir juga sangat penting.