EventBogor.com – Sorotan tajam kembali mengarah pada kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Bogor. Aktivis sosial terkemuka, Nurdin Ruhendi, baru-baru ini menyuarakan keprihatinannya atas minimnya kontribusi BUMD terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pernyataan ini menjadi pengingat penting bahwa potensi ekonomi Kabupaten Bogor yang luar biasa besar belum tergarap secara optimal.
Mengapa hal ini menjadi krusial? Kabupaten Bogor, sebagai salah satu daerah dengan populasi terbesar di Indonesia, memiliki tanggung jawab besar dalam menyejahterakan masyarakatnya. PAD yang kuat adalah fondasi penting untuk membiayai pembangunan, menyediakan layanan publik yang berkualitas, dan meningkatkan taraf hidup warga. Namun, jika BUMD, yang seharusnya menjadi ujung tombak dalam menghasilkan PAD, justru berjalan di tempat, maka mimpi tersebut akan sulit terwujud. Isu ini bukan hanya soal angka, tetapi juga tentang bagaimana daerah ini mengelola sumber dayanya untuk kemajuan bersama.
BUMD Bogor: Antara Harapan dan Realita
Nurdin Ruhendi dengan lugas menyampaikan bahwa kinerja BUMD saat ini belum mencerminkan kebutuhan dan tantangan Kabupaten Bogor. Ia menyoroti bahwa profit, inovasi, dan pengembangan usaha masih jauh dari target yang seharusnya. Hal ini menjadi alarm bagi pemerintah daerah dan masyarakat bahwa ada yang tidak beres dalam pengelolaan BUMD. Potensi besar yang dimiliki Kabupaten Bogor, mulai dari pengelolaan air minum hingga pariwisata, seharusnya mampu menghasilkan pendapatan yang signifikan bagi daerah.
Kenyataannya, beberapa BUMD bahkan dilaporkan tidak memberikan dividen yang berarti selama beberapa tahun terakhir. Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan. Bayangkan, dengan potensi yang begitu besar, mengapa hasilnya justru minim? Jawabannya, menurut Nurdin, terletak pada beberapa faktor kunci. Pertama, lemahnya manajemen internal. Kedua, minimnya orientasi bisnis dari para pengurus. Ketiga, kurangnya profesionalisme dalam pengelolaan.
“BUMD seharusnya menjadi mesin PAD, bukan hanya sekadar papan nama,” tegas Nurdin. Pernyataan ini sangat tepat sasaran. BUMD seharusnya menjadi garda terdepan dalam menggali potensi ekonomi daerah. Mereka harus mampu berinovasi, menciptakan peluang bisnis baru, dan memberikan kontribusi nyata bagi PAD.
Harapan Baru di Tangan Bupati Rudi Susmanto
Masuknya Rudi Susmanto sebagai Bupati Bogor memberikan angin segar bagi harapan perbaikan. Nurdin Ruhendi dengan tegas meminta Bupati untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh BUMD. Evaluasi ini bukan hanya formalitas, tetapi harus menjadi momentum untuk melakukan perombakan besar-besaran jika diperlukan.
“Pengurus BUMD harus diisi oleh orang-orang yang profesional, bukan sekadar titipan,” pinta Nurdin. Ini adalah poin penting. Profesionalisme adalah kunci utama dalam mengelola BUMD. Pengurus yang kompeten akan mampu mengambil keputusan strategis, mengelola risiko, dan memaksimalkan potensi bisnis. Sebaliknya, pengurus yang tidak kompeten akan membawa BUMD ke jurang kegagalan.
Bupati Rudi Susmanto memiliki tugas berat, yaitu memastikan agar BUMD diisi oleh orang-orang yang tepat. Ia harus berani mengambil tindakan tegas, termasuk mengganti pengurus yang terbukti tidak mampu menjalankan tugasnya. Ini adalah ujian bagi kepemimpinan Rudi Susmanto. Apakah ia berani melakukan perubahan fundamental untuk membawa Kabupaten Bogor menjadi lebih baik?
Tuntutan Publik: Profesionalisme, Transparansi, dan Akuntabilitas
Pembenahan BUMD tidak bisa hanya berhenti pada pergantian pengurus. Nurdin Ruhendi menekankan pentingnya peningkatan standar profesionalisme pengurus, audit kinerja secara berkala, diversifikasi usaha, dan penguatan tata kelola yang transparan. Ini adalah rangkaian langkah penting untuk memastikan bahwa BUMD dapat berjalan secara efektif dan efisien.
Transparansi adalah kunci untuk membangun kepercayaan publik. Masyarakat berhak mengetahui bagaimana BUMD mengelola keuangannya, bagaimana mereka mengambil keputusan, dan bagaimana mereka memberikan kontribusi bagi daerah. Audit kinerja yang dilakukan secara berkala akan memberikan gambaran yang jelas tentang kinerja BUMD. Diversifikasi usaha akan memperluas sumber pendapatan BUMD. Dengan demikian, BUMD akan lebih tahan terhadap guncangan ekonomi.
Masyarakat Kabupaten Bogor menaruh harapan besar pada langkah-langkah perbaikan ini. Mereka berharap agar PAD meningkat, kemandirian ekonomi daerah semakin kuat, dan kualitas hidup masyarakat semakin baik. Ini adalah saat yang tepat bagi Bupati Rudi Susmanto untuk membuktikan komitmennya terhadap perubahan. Apakah ia mampu menjawab tantangan ini?