EventBogor.com – Kabar gembira bagi para pencinta film romantis! Netflix akan segera menayangkan film yang sangat dinanti, ‘People We Meet on Vacation’, mulai 9 Januari 2026. Adaptasi dari novel laris karya Emily Henry ini menjanjikan kisah cinta yang unik, terjalin dalam ikatan persahabatan yang mendalam. Film ini bukan sekadar tontonan, melainkan sebuah perjalanan emosional yang siap mengaduk-aduk perasaan penonton.
Mengapa film ini begitu dinantikan? Jawabannya terletak pada premis cerita yang begitu relevan dengan kehidupan banyak orang. Kita semua pernah mengalami, atau setidaknya menyaksikan, bagaimana persahabatan bisa menjadi landasan bagi cinta. Film ini menawarkan sudut pandang yang segar tentang bagaimana perasaan bisa tumbuh tanpa disadari, tersembunyi di balik tawa, canda, dan kenangan bersama. Ditambah lagi, pemilihan sutradara Brett Haley yang dikenal dengan sentuhan hangatnya, serta penulisan naskah yang digarap oleh Yulin Kuang bersama Amos Vernon dan Nunzio Randazzo, semakin meningkatkan ekspektasi terhadap kualitas film ini.
Sinergi Apik di Balik Layar dan di Layar Kaca
Kesuksesan sebuah film tentu tak lepas dari peran sutradara dan penulis naskah yang mampu meramu cerita menjadi sebuah karya yang hidup. Dalam ‘People We Meet on Vacation’, Brett Haley, yang dikenal dengan kemampuannya menghadirkan nuansa emosional yang kuat, dipercaya untuk mengarahkan film ini. Sementara itu, Yulin Kuang, bersama dengan Amos Vernon dan Nunzio Randazzo, bertugas mengadaptasi novel Emily Henry menjadi skenario yang memukau. Kolaborasi ini menjanjikan pengalaman menonton yang tak hanya menghibur, tetapi juga menyentuh hati.
Chemistry para pemain juga menjadi kunci penting dalam film romantis. Emily Bader, yang memerankan karakter Poppy Wright, dan Tom Blyth sebagai Alex Nilsen, dikabarkan mampu menghadirkan chemistry yang begitu kuat. Penonton akan diajak merasakan dinamika hubungan mereka, mulai dari persahabatan yang erat hingga benih-benih cinta yang mulai tumbuh. Miles Heizer yang berperan sebagai David Nilsen, sahabat Poppy dan adik Alex, juga akan memberikan warna tersendiri dalam cerita. Kehadiran para pemain ini semakin membuat film ini layak untuk dinantikan.
Sinopsis yang Menggugah Rasa Penasaran
Film ini mengisahkan tentang Poppy, seorang penulis kolom perjalanan yang bekerja di majalah R+R. Meskipun pekerjaannya menuntutnya untuk terus berpindah dari satu tempat menarik ke tempat lain, Poppy merasa jenuh dengan rutinitasnya. Mungkin, kejenuhan ini adalah refleksi dari kehidupannya yang terasa hampa tanpa kehadiran seseorang yang spesial.
Semuanya berubah ketika Poppy menerima undangan pernikahan sahabatnya, David Nilsen, di Barcelona. Undangan ini menjadi pemicu bagi Poppy untuk kembali mengingat kenangan masa lalu, sekaligus menjadi kesempatan untuk bertemu kembali dengan Alex Nilsen, adik David yang juga merupakan sahabat lamanya. Dalam benaknya, Poppy ingin kembali merasakan kehangatan persahabatan yang dulu pernah mereka rasakan.
Poppy pun memutuskan untuk terbang ke Barcelona, dengan dalih melakukan perjalanan dinas. Namun, jauh di lubuk hatinya, ia berharap pertemuannya dengan Alex dapat mengubah segalanya. Akankah pertemuan ini membuka kembali lembaran kisah cinta yang terpendam, atau justru mengukuhkan jarak yang telah tercipta di antara mereka?
Perjalanan Persahabatan yang Berujung Cinta
Kisah Poppy dan Alex dimulai saat mereka sama-sama menempuh pendidikan di Boston College. Meskipun kepribadian mereka sangat berbeda, justru perbedaan itulah yang menyatukan mereka. Mereka memiliki cara pandang yang unik dalam melihat dunia, dan perbedaan inilah yang menjadi daya tarik bagi masing-masing.
Untuk mempererat ikatan persahabatan mereka, Poppy dan Alex membuat kesepakatan sederhana namun bermakna: melakukan satu perjalanan bersama setiap tahun. Tradisi ini menjadi ruang bagi mereka untuk berbagi cerita, menciptakan kenangan, dan saling menguatkan satu sama lain. Setiap perjalanan menjadi babak baru dalam kisah persahabatan mereka, mengukir momen-momen indah yang tak terlupakan.
Namun, seiring berjalannya waktu, hubungan mereka mulai merenggang. Sebuah kejadian di masa lalu membuat komunikasi mereka terputus, menyisakan luka dan tanda tanya. Apakah mereka mampu mengatasi masa lalu yang kelam, atau justru terjebak dalam penyesalan? Pertemuan kembali di acara pernikahan David menjadi momen krusial yang akan menentukan nasib hubungan mereka. Apakah mereka akan menemukan kembali cinta yang dulu pernah ada, atau justru harus mengakhiri semuanya?