EventBogor.com – Kabar duka menyelimuti Citeureup, Kabupaten Bogor. Seorang remaja berusia 17 tahun, yang dikenal dengan nama Oma, ditemukan tak bernyawa setelah dinyatakan hilang selama tiga hari. Penemuan tragis ini menggugah rasa penasaran sekaligus duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar. Tragedi ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan dan perhatian terhadap keselamatan, terutama bagi anak-anak dan remaja yang seringkali memiliki aktivitas di luar rumah.
Peristiwa ini bermula ketika Oma berpamitan kepada orang tuanya untuk memancing di sebuah situ yang tak jauh dari kediamannya di Kampung Tegal, Desa Hambalang, Kecamatan Citeureup. Namun, hingga menjelang waktu magrib, Oma tak kunjung kembali ke rumah. Kekhawatiran keluarga pun memuncak, mendorong mereka untuk mencari Oma dan meminta bantuan dari warga sekitar. Sayangnya, upaya pencarian awal tidak membuahkan hasil, dan Oma dinyatakan hilang.
Kronologi Hilangnya Oma: Pencarian yang Penuh Haru
M. Adam Hamdani, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, mengungkapkan kronologi pencarian yang dilakukan tim gabungan. Setelah menerima laporan kehilangan pada Rabu, 8 Oktober 2025, petugas langsung bergerak melakukan pencarian di lokasi terakhir Oma terlihat. Namun, pencarian hari pertama belum membuahkan hasil. Keluarga dan warga terus berharap akan keajaiban, namun waktu terus berjalan.
Pencarian dilanjutkan pada hari kedua, Kamis, 9 Oktober 2025, dengan harapan yang sama. Tim SAR gabungan memperluas area pencarian, menyusuri setiap sudut situ dan sekitarnya. Upaya keras ini mencerminkan betapa besar harapan untuk menemukan Oma dalam keadaan selamat. Sayangnya, hingga malam tiba, Oma tetap belum ditemukan.
Keluarga Oma terus dilanda kecemasan dan kesedihan. Ciri-ciri Oma, yang pada saat hilang mengenakan kaos bola merah dan celana pendek, disebar luaskan, dengan harapan ada warga yang melihatnya. Setiap informasi sekecil apapun sangat berharga bagi keluarga, yang terus berharap adanya keajaiban.
Penemuan Tragis: Sebuah Situ Menjadi Saksi Bisu
Hingga pada hari ketiga, Sabtu, 11 Oktober 2025, harapan keluarga dan tim SAR berubah menjadi duka mendalam. Seorang warga yang hendak pergi ke kebun menemukan jenazah Oma sekitar pukul 06.00 WIB. Penemuan ini mengakhiri pencarian yang penuh haru dan doa.
Jenazah Oma kemudian dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Kepergian Oma meninggalkan luka mendalam bagi keluarga dan masyarakat Citeureup. Tragedi ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan, serta perlunya pengawasan terhadap anak-anak dan remaja saat beraktivitas di luar rumah, terutama di area yang berpotensi bahaya seperti situ, sungai, atau danau.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi mengenai penyebab kematian Oma. Pihak berwenang kemungkinan akan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap fakta di balik tragedi ini. Namun, yang pasti, kepergian Oma meninggalkan duka mendalam dan menjadi pelajaran berharga bagi kita semua.