EventBogor.com – Kabar baik bagi warga Tangerang Selatan (Tangsel)! Meskipun Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Cipeucang resmi ditutup, Wali Kota Benyamin Davnie memastikan tak ada lagi pemandangan gunungan sampah yang mengganggu. Penumpukan yang sempat terjadi kini sudah diatasi, berkat kerja sama dengan daerah sekitar. Tapi, bagaimana caranya? Dan, apakah solusi ini berkelanjutan?
Dulu Sempat Jadi ‘Pemandangan’ Buruk
Bayangkan Anda sedang melintas di depan Pasar Cimanggis. Atau mungkin, koridor Pasar Ciputat. Beberapa waktu lalu, mungkin pemandangan yang Anda lihat kurang sedap: sampah menumpuk di sana-sini. Hal ini tak lepas dari penutupan TPA Cipeucang, satu-satunya ‘rumah’ bagi sampah Tangsel selama ini. Penutupan ini, tentu saja, menimbulkan tantangan tersendiri bagi pemerintah kota.
Kenapa Ini Penting Sekarang?
Masalah sampah adalah masalah kita bersama. Lebih dari sekadar estetika kota, penanganan sampah yang buruk bisa berdampak pada kesehatan, lingkungan, bahkan perekonomian. Bayangkan jika sampah dibiarkan menumpuk, selain bau tak sedap, potensi penyebaran penyakit juga meningkat. Itulah mengapa solusi cepat dan tepat sangat krusial. Penanganan sampah yang baik mencerminkan kualitas hidup warganya.
Mengatasi ‘Krisis’ Sampah: Kerja Sama Antar Daerah
Untungnya, pemerintah kota tak tinggal diam. Langkah cepat diambil dengan menjalin kerja sama dengan daerah sekitar. Benyamin Davnie menjelaskan, “Sekarang kerja sama antar daerah sudah bisa maksimal.” Ini artinya, sampah Tangsel kini diproses di tempat lain, di daerah yang bersedia menerima. Sebuah solusi yang praktis, meski tentu saja membutuhkan koordinasi dan komitmen bersama.
Apa Artinya Bagi Kantong Anda?
Tentu saja, solusi ini juga berdampak pada anggaran daerah. Pemkot Tangsel mengerahkan 69 armada pengangkut sampah, terdiri dari truk milik pemerintah dan juga truk kontrak. Biaya operasional, perawatan, dan lain sebagainya, tentu saja tidak sedikit. Bahkan, rencana penambahan armada pengangkut sampah sudah ada di depan mata. Dalam perubahan APBD mendatang, penambahan 100 truk sampah menjadi target yang ingin dicapai. Artinya, pengelolaan sampah menjadi salah satu prioritas utama pemerintah kota.
Masa Depan Pengelolaan Sampah Tangsel
Penutupan TPA Cipeucang memang menjadi titik balik. Ini memaksa pemerintah untuk mencari solusi yang lebih berkelanjutan. Kerja sama antar daerah adalah langkah awal yang baik. Namun, ke depan, dibutuhkan terobosan lain. Mungkin saja, teknologi pengolahan sampah modern, program daur ulang yang lebih masif, atau bahkan edukasi masyarakat untuk mengurangi produksi sampah. Semua ini adalah tantangan, sekaligus peluang, bagi Tangsel untuk menjadi kota yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Jadi, meskipun TPA Cipeucang sudah ditutup, bukan berarti masalah sampah selesai. Ini adalah awal dari babak baru, di mana kita semua, pemerintah dan masyarakat, harus bahu-membahu menjaga kebersihan kota. Apakah Tangsel mampu mewujudkan impian itu? Waktu akan menjawab.