EventBogor.com – Gemuruh teriakan dan suara bola padel yang memantul, kini menjadi sumber keresahan bagi warga di kawasan Haji Nawi Raya, Jakarta Selatan. Kenyamanan warga terusik oleh bisingnya aktivitas olahraga yang sedang naik daun ini. Lurah setempat pun turun tangan, memerintahkan pemasangan peredam suara untuk meredakan gejolak di tengah permukiman.

Bayangkan Anda baru saja selesai bekerja seharian, ingin menikmati malam yang tenang di rumah. Namun, suara bising dari lapangan padel di dekat rumah justru mengganggu waktu istirahat Anda. Itulah yang dirasakan warga Haji Nawi sejak November 2025. Aktivitas olahraga ini, yang awalnya digemari, kini menjadi sumber konflik.

Kisah Nyata di Balik Keramaian Padel

Seorang warga bernama Naufal mengaku sangat terganggu oleh kebisingan yang ditimbulkan. Ia bahkan menuntut penghentian operasional lapangan padel, Fourthwall Padel. “Kami berhak mendapatkan kembali ketenangan, keamanan, kenyamanan hidup kami,” ujarnya, menyiratkan betapa seriusnya masalah ini bagi dirinya dan warga lainnya. Naufal juga meminta pemerintah untuk melakukan audit dan pemeriksaan ulang terhadap izin operasional lapangan padel tersebut, mempertanyakan legalitas bangunan yang beroperasi meski telah menerima beberapa surat peringatan.

Konteksnya, ini bukan sekadar soal olahraga. Ini tentang hak warga atas lingkungan yang nyaman dan tenang. Ini adalah benturan antara hiburan komersial dan hak dasar untuk hidup damai. Permintaan warga untuk perlindungan hak hunian di zona permukiman adalah inti dari permasalahan ini. Mereka ingin dilindungi dari gangguan suara dan getaran dari aktivitas komersial yang intens.

BACA JUGA :  Kota Bekasi Krisis Lahan Makam: DPRD Minta Solusi Cepat!

Apa Artinya Bagi Lingkungan dan Kita?