EventBogor.com – Kabar mengejutkan datang dari Tangerang. Usai diperiksa intensif selama 24 jam dan dicecar 60 pertanyaan, Habib Bahar bin Smith dipulangkan dan tidak ditahan. Keputusan ini memicu tanda tanya besar: apa alasan di balik langkah tersebut?
Proses Panjang di Balik Pembebasan
Bayangkan Anda berada di posisi Habib Bahar. Setelah menjalani pemeriksaan yang melelahkan sejak Selasa, 10 Februari 2026, akhirnya malam Rabu, 11 Februari 2026, Anda diperbolehkan pulang. Kuasa hukumnya, Ichwan Tuankotta, menjelaskan bahwa kliennya menghadapi serangkaian pertanyaan yang intens, namun tak merinci detailnya. Tapi yang jelas, proses ini memakan waktu dan energi.
Penting untuk dicatat, kasus ini bermula sejak September 2025. Habib Bahar ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan penganiayaan terhadap anggota Banser. Kompleksitas kasus ini semakin terasa ketika melihat banyaknya pertanyaan yang harus dijawab. Mengapa polisi akhirnya memutuskan untuk tidak menahan? Ini bukan keputusan yang dibuat secara gegabah.
Alasan di Balik Penangguhan Penahanan
Keputusan polisi untuk menangguhkan penahanan Habib Bahar didasarkan pada beberapa pertimbangan krusial. Pertama, Habib Bahar dianggap sebagai tulang punggung keluarga. Ini adalah faktor yang sangat manusiawi, mempertimbangkan dampak penahanan terhadap kehidupan keluarga. Kedua, statusnya sebagai guru yang harus mengajar santri juga menjadi perhatian. Polisi mempertimbangkan tanggung jawab sosial dan pendidikan yang diemban Habib Bahar.
Selain itu, pihak kuasa hukum memberikan jaminan bahwa kliennya akan kooperatif dalam proses hukum. Ini berarti, Habib Bahar berkomitmen untuk hadir jika dipanggil dan bekerja sama dengan penyidik. Jaminan dari pihak keluarga juga memperkuat keyakinan polisi bahwa Habib Bahar tidak akan melarikan diri atau menghilangkan barang bukti.
Upaya Damai: Restorative Justice di Meja Perundingan
Langkah selanjutnya yang diambil adalah upaya damai melalui restorative justice. Habib Bahar telah menyampaikan permintaan maaf kepada korban dan pihak GP Ansor. Ini adalah sinyal kuat bahwa ada keinginan untuk menyelesaikan kasus secara kekeluargaan. Kuasa hukum akan terus berupaya menghubungi korban dan pihak terkait untuk mencapai kesepakatan damai. Tujuannya adalah mencari solusi yang adil bagi semua pihak, bukan hanya sekadar hukuman.
Tentu saja, proses ini tidak mudah. Membangun kembali kepercayaan dan mencari titik temu membutuhkan waktu dan kesabaran. Namun, upaya damai menunjukkan bahwa ada harapan untuk menyelesaikan konflik secara konstruktif.
Apa Artinya Bagi Anda?
Kasus ini mengingatkan kita bahwa hukum tidak selalu hitam-putih. Ada faktor-faktor kemanusiaan yang turut berperan dalam pengambilan keputusan. Ini juga menunjukkan pentingnya mencari solusi yang tidak hanya berfokus pada hukuman, tetapi juga pada penyembuhan dan rekonsiliasi. Kasus ini menjadi pengingat bahwa keadilan adalah proses yang kompleks dan dinamis.
Keputusan polisi untuk tidak menahan Habib Bahar, setelah mempertimbangkan berbagai aspek, adalah cerminan dari kompleksitas tersebut. Akhirnya, pertanyaan tetap terbuka: akankah upaya damai berhasil membawa kedamaian bagi semua pihak yang terlibat?