EventBogor.com – Kabar baik datang dari dunia pertanian Kabupaten Bogor! Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan bersama Aliansi Stewardship Herbisida Terbatas (Alishter) menggelar pelatihan penggunaan pestisida yang aman bagi petani. Tujuannya jelas: menjaga hasil panen tetap maksimal sekaligus melindungi kesehatan para petani. Pelatihan ini menyasar petani di tiga kecamatan: Rumpin, Leuwiliang, dan Leuwisadeng. Apa saja yang diajarkan, dan mengapa ini krusial?

Mengenal Lebih Dekat: Pelatihan untuk Keselamatan & Keberhasilan

Bayangkan Anda seorang petani, berjuang keras di ladang, berharap hasil panen melimpah. Namun, hama dan penyakit tanaman datang mengancam. Pestisida menjadi solusi, tapi bisakah digunakan tanpa risiko? Pelatihan yang digelar Alishter ini hadir untuk menjawab pertanyaan itu. Koordinator penyuluh BPP Wilayah 4 Leuwiliang, Laela Dwiyanti, menjelaskan bahwa pelatihan ini menghadirkan narasumber dari berbagai bidang, termasuk Dinas Kesehatan dan pengusaha pestisida. Tujuannya satu: memberikan pemahaman komprehensif kepada petani tentang penggunaan pestisida yang benar.

Kenapa ini penting sekarang? Ironisnya, banyak petani belum sepenuhnya memahami cara menggunakan pestisida dengan tepat. Akibatnya? Bukan hanya hasil panen yang tak maksimal, tapi juga risiko kesehatan yang serius. Kasus keracunan, bahkan kematian, akibat penyalahgunaan pestisida bukanlah isapan jempol belaka. Laela Dwiyanti mencontohkan, pernah terjadi kasus tragis di Kecamatan Nanggung akibat ketidaktahuan penggunaan pestisida. Pelatihan ini adalah langkah preventif yang krusial.

BACA JUGA :  Bogor Hijau! Bupati Rudy Susmanto Pacu Hutan Kota, Ribuan Pohon Tumbuh Subur

Lebih dari Sekadar Semprot: Materi & Dampak Nyata

Pelatihan ini tak hanya sekadar teori. Para petani diajak untuk langsung mempraktikkan cara penggunaan pestisida yang benar. Empat materi utama yang disampaikan, sebagaimana dijelaskan Ketua Umum Alishter Indonesia, Mulyadi Benteng, meliputi: