Home Lifestyle Peringatan Hari Kartini 21 April 2026: Sejarah, Makna, dan Apakah Libur Nasional?
Lifestyle

Peringatan Hari Kartini 21 April 2026: Sejarah, Makna, dan Apakah Libur Nasional?

Share
Share

Eventbogor.com – Hari Kartini biasanya diperingati setiap tanggal 21 April oleh seluruh masyarakat Indonesia sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan seorang pahlawan perempuan yang membuka jalan bagi emansipasi wanita di Tanah Air.

Di tahun 2026, peringatan Hari Kartini kembali jatuh pada tanggal 21 April, tepat pada hari kelahiran Raden Ajeng Kartini yang lahir di Jepara, Jawa Tengah, pada 21 April 1879—bukan 1897 seperti yang kerap keliru disebut.

RA Kartini dikenal luas karena perjuangannya menuntut hak perempuan untuk mendapatkan pendidikan yang layak, saat kondisi sosial pada masa kolonial Belanda masih sangat membatasi peran dan kesempatan perempuan.

Pemerintah Indonesia secara resmi mengakui perjuangannya melalui Keputusan Presiden Nomor 108 Tahun 1964 yang menetapkan 21 April sebagai Hari Kartini, hari yang diperingati secara nasional hingga kini.

Meski diperingati secara luas, Hari Kartini pada 21 April 2026 tidak termasuk dalam daftar hari libur nasional menurut Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama.

Artinya, aktivitas sekolah, kantor, dan layanan publik tetap berjalan seperti biasa tanpa ada libur resmi.

Namun, hal ini tidak mengurangi semangat masyarakat untuk turut memperingatinya melalui berbagai kegiatan seperti lomba busana tradisional, pameran edukatif, seminar tentang kesetaraan gender, hingga kampanye literasi perempuan di media sosial.

Kartini lahir dari keluarga priyayi Jawa, putri dari Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat dan Nyai Haji Ngasirah, seorang ibu yang terbuka terhadap pendidikan, berbeda dari norma umum saat itu.

BACA JUGA :  Kumpulan Kartu Ucapan Hari Kartini 2026 Gratis untuk Perayaan yang Bermakna

Sejak kecil, Kartini menunjukkan ketertarikan besar terhadap ilmu pengetahuan dan beruntung sempat bersekolah di ELS (Sekolah Dasar Belanda), meski harus putus saat remaja karena tradisi yang mengharuskan perempuan ‘dipingit’.

Dalam masa pingitan itulah ia banyak membaca buku, menulis surat ke teman-teman Belanda, dan menuangkan pemikirannya tentang keadilan sosial, pendidikan, serta hak perempuan.

Share
Related Articles
Lifestyle

Watsons 5.5 Ultimate Sale 2026: Diskon Hingga 70% dan Voucher Spesial untuk Member

Eventbogor.com – Momen 5.5 selalu dinanti banyak orang buat belanja hemat, dan...

Lifestyle

TCL dan INFORMA Luncurkan TV Artistik yang Bisa Jadi Dekorasi Rumah

Eventbogor.com – TCL bersama INFORMA Electronics resmi memperkenalkan inovasi terbaru di pasar...

Lifestyle

Outbreak Signature Hadir di Bekasi sebagai Pusat Gaya Hidup Urban Terpadu

Eventbogor.com – Menjawab kebutuhan masyarakat urban yang semakin kompleks, Outbreak Signature resmi...

Lifestyle

Healing Maksimal di Megamendung, Ini Fasilitas Wellness Kencana Valley

Eventbogor.com – Berjarak sekitar satu jam dari Jakarta, Kencana Valley di Megamendung,...