Model distribusi ini dinilai lebih ramah bagi masyarakat yang tinggal di daerah terpencil atau memiliki keterbatasan akses transportasi, serta dapat mengurangi antrean panjang dan kerumunan yang kerap terjadi.
Kemensos juga menekankan pentingnya validasi dan pemutakhiran data KPM agar proses pencairan bansos berjalan lancar. Penerima diminta memastikan bahwa KKS mereka aktif dan sudah terhubung dengan data terbaru di sistem SIKS-NG.
Bagi mereka yang belum memiliki KKS atau mengalami kendala aktivasi, disarankan segera menghubungi pendamping sosial setempat atau mengakses layanan pengaduan resmi dari Kemensos.
Seringkali, keterlambatan pencairan terjadi karena data belum diperbarui atau rekening dalam keadaan tidak aktif. Dengan memanfaatkan dua jalur penyaluran — Pos Indonesia dan KKS — Kemensos berupaya menghadirkan solusi distribusi yang lebih fleksibel dan menyeluruh bagi seluruh KPM.