Home News Prabowo Bagikan Smart TV ke Sekolah: Gebrakan Baru Dunia Pendidikan Digital
News

Prabowo Bagikan Smart TV ke Sekolah: Gebrakan Baru Dunia Pendidikan Digital

Share
Share

Sekilas Tentang Program

Eventbogor.com – Presiden Prabowo Subianto meluncurkan program ambisius untuk mendistribusikan smart TV atau layar pintar ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia. Targetnya gede banget, sekitar 288.000 sampai 330.000 sekolah di tahun 2025. Langkah ini jadi bagian dari misi besar untuk digitalisasi pendidikan sekaligus mengatasi ketimpangan kualitas belajar antara kota besar dan daerah terpencil.

Kenapa Smart TV?

Layar pintar ini bukan sekadar hiburan. Pemerintah mengemasnya sebagai solusi pendidikan yang bisa membuka akses lebih luas. Ada beberapa alasan kenapa perangkat ini dipilih:

  • Akses materi virtual — guru terbaik bisa mengajar dari jarak jauh dan ditonton banyak sekolah sekaligus.
  • Pembelajaran interaktif — lewat video, animasi, dan konten digital yang lebih menarik dibandingkan papan tulis biasa.
  • Monitoring kelas — layar dilengkapi kamera sehingga pemerintah bisa tahu kondisi di lapangan, mulai dari kelas yang kekurangan guru sampai sekolah yang butuh dukungan tambahan.
  • Pemerataan pendidikan — terutama buat daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) yang sering ketinggalan fasilitas.

Target & Tahapan Program

Program ini punya timeline jelas dan target yang cukup menantang:

  • 2025: minimal 100.000 sekolah kebagian smart TV sebelum 10 November.
  • Total tahun 2025: antara 288.000 – 330.000 sekolah dipastikan menerima.
  • 2026: target lebih besar lagi, seluruh sekolah di Indonesia punya fasilitas digital ini.
BACA JUGA :  Menkeu Purbaya Tarik Rp200 Triliun dari BI: Kenapa dan Apa Dampaknya?

Kalau benar tercapai, program ini bisa jadi salah satu transformasi pendidikan terbesar di Indonesia.

Keuntungan Buat Sekolah & Siswa

Buat siswa, jelas ini jadi kabar gembira. Ada beberapa manfaat yang bisa langsung dirasakan:

  • Belajar lebih menarik dengan tampilan visual modern.
  • Materi bisa diulang karena konten digital bisa disimpan dan diputar ulang kapan saja.
  • Sekolah kecil tetap bisa update dengan tren pembelajaran terbaru tanpa harus nunggu guru khusus datang.
  • Kesempatan yang sama untuk anak-anak di pelosok agar nggak kalah dengan siswa di kota besar.

Tantangan di Lapangan

Tapi ya, nggak semua bisa mulus. Ada banyak hal yang jadi PR:

  • Infrastruktur: banyak sekolah di daerah 3T masih kesulitan listrik stabil dan jaringan internet cepat.
  • Kesiapan guru: guru butuh pelatihan biar bisa memanfaatkan smart TV secara maksimal. Kalau nggak, perangkat bisa jadi pajangan aja.
  • Jumlah unit: sering kali sekolah cuma dikasih satu, padahal punya banyak kelas. Idealnya memang satu kelas satu layar.
  • Kualitas konten: kalau materinya kurang menarik atau nggak relevan, siswa bisa cepat bosan.

Reaksi & Harapan

Banyak yang optimis, tapi ada juga yang kritis. Optimis karena teknologi ini bisa jadi lompatan besar, apalagi kalau benar-benar dipakai untuk mengajar dengan cara kreatif. Kritis karena ada potensi masalah klasik: barang ada tapi nggak dimanfaatkan dengan maksimal.

BACA JUGA :  Cigudeg Bangun Solidaritas: RT/RW Baru Siap Kawal Pembangunan Desa

Guru-guru juga berharap program ini nggak cuma berhenti di pembagian alat, tapi juga dilanjutkan dengan pelatihan, penyediaan konten, dan perbaikan infrastruktur. Kalau semua itu berjalan bareng, efeknya pasti lebih terasa.

Apa yang Perlu Dipantau?

Buat tahu apakah program ini berhasil atau nggak, ada beberapa indikator penting yang harus diperhatikan:

  • Berapa sekolah yang benar-benar aktif pakai smart TV?
  • Ada nggak pelatihan rutin buat guru?
  • Bagaimana kondisi internet dan listrik di sekolah penerima?
  • Apakah ada peningkatan kualitas belajar siswa setelah smart TV dipakai?

Kesimpulan

Program Smart TV untuk sekolah ini emang ambisius dan berpotensi jadi game changer buat pendidikan Indonesia. Tapi kuncinya ada di implementasi: apakah listrik, internet, guru, dan kontennya siap? Kalau iya, siswa di mana pun bisa merasakan manfaatnya. Kalau enggak, risikonya cuma jadi proyek besar yang kurang efektif.

Share
Written by
Haidar Ali Asgari

Nggak banyak gaya, yang penting banyak cerita Lagi suka explore tempat baru + dengerin lagu lama Biar hidup ada soundtrack-nya

Explore more

Lifestyle

Rekomendasi Tempat Sewa Kostum Hari Kartini 2026 di Jakarta, Bogor, dan Depok

Eventbogor.com – Menjelang peringatan Hari Kartini 2026, antusiasme masyarakat kembali memuncak, terutama kalangan pelajar dan pegawai kantor yang mulai mencari kostum adat untuk...

Weekly Newsletter

Excepteur sint occaecat cupidatat non proident

    Related Articles
    News

    Ambisi PLTS 100 Gigawatt: Jalan Cepat Indonesia Tinggalkan Diesel

    Eventbogor.com – Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah tegas dengan mendorong percepatan pembangunan...

    News

    Ketika Perang Timur Tengah Buka Mata Barat soal Ketergantungan pada Tiongkok di Sektor Energi Bersih

    Eventbogor.com – Konflik yang kembali memanas di Timur Tengah bukan cuma bikin...

    News

    Harga Minyakita Naik Meski Stok Nasional Aman, Ini Penyebabnya Menurut Pemerintah

    Eventbogor.com – Mengapa harga Minyakita melonjak di tengah klaim pemerintah bahwa stok...

    News

    KPK Selidiki Dugaan Suap di Balik Maraknya Rokok Ilegal dan Celah Pengawasan Cukai

    Eventbogor.com – KPK kini tengah menggali lebih dalam dugaan praktik suap yang...