Eventbogor.com – Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini ngasih instruksi tegas buat seluruh jajaran Kabinet Merah Putih supaya pakai mobil dinas Maung buatan PT Pindad (Persero). Bukan cuma menteri, tapi juga wakil menteri dan pejabat tinggi lainnya. Prabowo bilang langsung, “Sebentar lagi saudara-saudara harus pakai Maung semua. Saya nggak mau tahu.”
Instruksi ini disampaikan saat retret kabinet di Akademi Militer Magelang. Gaya khas Prabowo yang tegas ini bikin semua pejabat sadar: dukungan terhadap produk dalam negeri bukan sekadar slogan, tapi mulai diterapkan secara nyata.
Kenapa Harus Pakai Produk Lokal?
Alasan utamanya jelas: kebanggaan nasional dan kemandirian industri. Prabowo pengen pejabat negara jadi contoh nyata buat masyarakat dalam mendukung produk buatan Indonesia. Menurutnya, kalau bangsa ini bisa bikin sendiri, kenapa harus impor?
Selain itu, keputusan ini juga jadi bentuk dorongan besar buat industri pertahanan dan otomotif lokal biar makin berkembang. Pindad, yang selama ini dikenal sebagai produsen alat utama sistem senjata (alutsista), kini makin luas jangkauannya lewat mobil sipil seperti Maung.
Apa Sih Maung Pindad Itu?
Maung Pindad adalah SUV gagah buatan dalam negeri dengan desain tangguh dan fitur yang awalnya dikembangkan buat kebutuhan militer. Tingkat komponen dalam negerinya (TKDN) udah sekitar 70%, dan terus ditingkatkan. Jadi, kendaraan ini bukan cuma simbol gaya, tapi juga lambang “bangga pakai buatan Indonesia.”
Selain itu, penggunaan Maung juga bakal bantu roda ekonomi nasional, dari pemasok komponen lokal sampai tenaga kerja di pabrik Pindad sendiri.
Tantangan di Lapangan
Meski idenya keren banget, ada beberapa tantangan yang perlu disiapin biar kebijakan ini bisa berjalan lancar:
- Kapasitas produksi: Pindad harus siap nyediain ribuan unit kalau semua pejabat bakal pakai Maung. Ini butuh waktu dan sumber daya besar.
- Penyesuaian standar: Mobil dinas menteri pastinya punya standar keamanan dan kenyamanan tertentu, jadi versi Maung untuk pejabat perlu sedikit modifikasi.
- Anggaran dan logistik: Karena mobil ini bakal dibeli (bukan disewa), pemerintah harus atur pembiayaan dan distribusinya dengan rapi.
- Produksi bertahap: Pemerintah bilang, implementasinya bakal disesuaikan dengan kemampuan produksi Pindad, jadi prosesnya bertahap dulu.
Progres dan Target Produksi
Pemerintah nargetin produksi 5.000 unit Maung dalam 100 hari kerja pertama kabinet baru. Tapi, realitanya masih banyak tahap yang harus dilewati, mulai dari uji kelayakan sampai pengiriman unit ke masing-masing kementerian. Beberapa pejabat pun udah siap kalau diminta pakai Maung, tinggal tunggu ketersediaan unitnya aja.
Dukungan dan Dampak
Kebijakan ini dapet banyak dukungan, termasuk dari DPR, yang menilai langkah ini sebagai bukti nyata cinta produk lokal. Tapi tentu aja, ada juga yang ngingetin soal kesiapan teknis dan biaya besar di awal.
Kalau semuanya berjalan sesuai rencana, langkah ini bisa jadi gebrakan besar buat industri otomotif nasional dan bikin Indonesia makin percaya diri soal kemampuan produksinya sendiri.
Kesimpulan
Instruksi Prabowo buat pakai Maung Pindad bukan cuma simbol nasionalisme, tapi langkah nyata menuju kemandirian industri. Meski masih banyak hal yang harus disiapin, semangatnya jelas: bangga, mandiri, dan dukung produk buatan negeri sendiri.
Jadi, kalau nanti kamu lihat mobil Maung melintas di jalan bareng iring-iringan pejabat negara, itu bukan sekadar gaya — tapi tanda bahwa Indonesia mulai melangkah makin mandiri di jalan yang benar.