Home News Gunung Sahari ‘Tenggelam’ Sejak Pagi! Warga Ungkap Kondisi Mencekam
News

Gunung Sahari ‘Tenggelam’ Sejak Pagi! Warga Ungkap Kondisi Mencekam

Share
Share

EventBogor.com – Jakarta kembali bergelut dengan banjir. Kali ini, kawasan Gunung Sahari di Jakarta Pusat menjadi sorotan utama setelah dilaporkan terendam banjir sejak Minggu, 18 Januari 2026, pagi. Kejadian ini tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga menyebabkan kemacetan parah di beberapa titik strategis.

Banjir yang melanda kawasan ini menjadi pengingat akan tantangan yang dihadapi Jakarta dalam menghadapi musim hujan. Ketinggian air yang mencapai 70 cm di beberapa titik, khususnya di perempatan WTC Mangga Dua, memaksa warga dan pengendara untuk beradaptasi dengan situasi yang tidak menguntungkan ini. Mari kita telaah lebih dalam mengenai dampak dan respons terhadap musibah ini.

Kesaksian Warga: Banjir Datang Lebih Awal

Lidia, seorang warga Pademangan, Jakarta Utara, memberikan kesaksian langsung mengenai kondisi di lapangan. Ia mengungkapkan bahwa banjir sudah mulai menggenangi kawasan Gunung Sahari sejak pukul 6 pagi. Hal ini menunjukkan bahwa hujan deras yang mengguyur Jakarta sejak dini hari telah memberikan dampak signifikan pada kawasan tersebut. Kondisi ini memaksa warga untuk berhadapan dengan genangan air yang menghambat aktivitas sehari-hari.

Banjir yang terjadi di pagi hari ini tentu saja mengejutkan banyak pihak. Banyak warga yang terpaksa mengubah rencana perjalanan mereka, sementara sebagian lainnya harus berjuang menerjang banjir untuk mencapai tempat kerja atau melakukan aktivitas penting lainnya. Kondisi ini juga memicu kekhawatiran akan potensi kerusakan pada kendaraan dan properti warga.

BACA JUGA :  Bogor Berbagi Ilmu Hukum: Kabupaten Mimika Belajar Inovasi Layanan Publik

Lalu Lintas Lumpuh, Akses Jalan Ditutup

Dampak paling terasa dari banjir ini adalah lumpuhnya lalu lintas di sekitar Gunung Sahari. Perempatan WTC Mangga Dua, yang menjadi titik fokus genangan air, terpaksa ditutup untuk semua jenis kendaraan. Water barrier dipasang untuk mencegah kendaraan nekat menerobos banjir dan memperparah kemacetan. Pengendara yang hendak menuju Ancol diarahkan untuk mencari jalur alternatif, sementara pengendara dari arah sebaliknya juga mengalami kesulitan yang sama.

Situasi ini jelas menimbulkan kerugian bagi banyak pihak. Keterlambatan dalam perjalanan, potensi kehilangan waktu kerja, dan meningkatnya biaya transportasi adalah beberapa dampak negatif yang harus ditanggung oleh warga. Selain itu, kemacetan yang parah juga dapat memicu stres dan frustrasi bagi para pengendara.

Anak-anak Bermain di Tengah Banjir: Antara Hiburan dan Risiko

Di tengah situasi yang sulit ini, ada pemandangan yang cukup kontras: anak-anak bermain di genangan air. Beberapa dari mereka terlihat berenang dan bermain seluncur menggunakan papan triplek. Meskipun tampak menyenangkan, aktivitas ini juga mengandung risiko kesehatan dan keselamatan. Air banjir bisa saja tercemar oleh limbah dan kotoran, yang dapat menyebabkan berbagai penyakit. Selain itu, arus air yang kuat juga bisa membahayakan anak-anak yang bermain di sana.

Pemandangan ini menjadi pengingat akan pentingnya edukasi dan pengawasan terhadap anak-anak di saat bencana. Pemerintah dan masyarakat perlu bekerja sama untuk memastikan keselamatan anak-anak dan memberikan mereka tempat bermain yang aman.

BACA JUGA :  Libur Nasional & Cuti Bersama 2026: Jadwal Lengkap Buat Kamu

Data BPBD: 28 Ruas Jalan Lain Juga Terendam

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, banjir di Gunung Sahari hanyalah salah satu dari sekian banyak titik banjir yang terjadi di Jakarta. Setidaknya ada 28 ruas jalan lain yang juga dilaporkan tergenang akibat hujan lebat sejak dini hari. Hal ini menunjukkan bahwa banjir adalah masalah yang kompleks dan memerlukan penanganan yang terpadu dari berbagai pihak.

Data dari BPBD menjadi sangat penting untuk memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat. Dengan mengetahui titik-titik banjir yang rawan, warga dapat mengambil langkah-langkah preventif, seperti menghindari jalan-jalan yang tergenang atau mempersiapkan diri untuk menghadapi situasi darurat. Pemerintah daerah juga dapat menggunakan data ini untuk memprioritaskan penanganan banjir dan memberikan bantuan kepada warga yang terdampak.

Banjir di Gunung Sahari dan berbagai titik lainnya di Jakarta adalah pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan dan mitigasi bencana. Pemerintah dan masyarakat harus terus berupaya untuk mengurangi dampak banjir, mulai dari perbaikan infrastruktur drainase hingga peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan.

Share

Explore more

News

Jalan Rusak & Wartawan Disalahkan: Kisah Pilu di Balik Aspal Bogor

EventBogor.com – Kabar tak sedap menerpa ranah infrastruktur Bogor. Pernyataan Kepala UPT Infrastruktur Jalan dan Jembatan Kelas A Wilayah VI Cigudeg, Bobby Wahyudi,...

Related Articles
News

Cegah Kekerasan Seksual: Polres Bogor Amankan Pelaku Pencabulan Anak

EventBogor.com – Kabar menggembirakan sekaligus memilukan datang dari Cibinong. Satuan Reserse Kriminal...

News

Narkoba di Lapas Tangerang: Petugas Diperiksa, Ada Apa Sebenarnya?

EventBogor.com – Kabar mengejutkan datang dari balik jeruji besi. Sejumlah petugas Lapas...

News

Apel Pagi: Kapolres Bogor Tegaskan Pentingnya Solidaritas & Pelayanan Prima

EventBogor.com – Senin pagi di Mapolres Bogor tak hanya sekadar barisan rapi....

News

Takjil di Tengah Kemacetan: OT Group dan Komunitas Berbagi di Jakarta Barat

EventBogor.com – Bayangkan, Anda terjebak macet parah di perempatan Tomang, Jakarta Barat,...