EventBogor.com – Jakarta kembali bergelut dengan masalah klasik yang seolah tak pernah ada akhirnya: banjir. Hujan deras yang mengguyur sejak Sabtu malam hingga Minggu siang, 18 Januari 2026, telah menyebabkan puluhan Rukun Tetangga (RT) di berbagai wilayah Ibu Kota terendam banjir. Kejadian ini menjadi pengingat pahit bagi warga Jakarta bahwa musim hujan selalu membawa tantangan tersendiri, bahkan menjadi ‘agenda tahunan’ yang belum juga menemukan solusi permanen.
Data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menunjukkan bahwa sebanyak 35 RT di berbagai penjuru Jakarta terdampak banjir. Ketinggian air bervariasi, mulai dari 10 cm hingga mencapai 70 cm di beberapa titik. Kondisi ini tentu saja menimbulkan kekhawatiran dan kerugian bagi masyarakat yang terkena dampak langsung.
Wilayah-Wilayah Paling Parah Diterjang Banjir
Berdasarkan laporan yang dihimpun, banjir kali ini tak hanya merendam jalanan, tetapi juga memasuki area permukiman warga. Beberapa wilayah yang paling parah terdampak banjir antara lain:
- Jakarta Barat: Sebanyak 17 RT di kawasan ini dilaporkan masih terendam banjir dengan ketinggian air antara 25-60 cm. Kondisi ini tentu sangat mengkhawatirkan bagi warga yang harus berhadapan dengan genangan air di dalam rumah mereka.
- Jakarta Pusat: Sebanyak 13 RT di Jakarta Pusat juga tidak luput dari terjangan banjir. Ketinggian air di wilayah ini mencapai sekitar 30 cm, yang tentu saja mengganggu aktivitas warga dan berpotensi menimbulkan masalah kesehatan.
- Jakarta Utara: Sebanyak 3 RT di Jakarta Utara mengalami banjir dengan ketinggian air antara 15-50 cm. Meskipun tidak separah Jakarta Barat, namun genangan air tetap menjadi masalah serius bagi warga.
- Jakarta Timur: Terdapat 2 RT di Jakarta Timur yang terendam banjir, dengan ketinggian air mencapai 60 cm. Warga di wilayah ini juga harus menghadapi dampak banjir yang cukup signifikan.
Peringatan Dini dan Imbauan Kewaspadaan
Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Hal ini sangat beralasan mengingat laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bahwa sebagian besar wilayah Jakarta dan sekitarnya masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas lebat disertai petir. Kondisi cuaca ekstrem ini diperkirakan akan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan, sehingga masyarakat perlu mengambil langkah-langkah antisipasi.
Selain itu, Yohan juga mengingatkan masyarakat untuk memantau informasi terkini dari sumber-sumber resmi, seperti BPBD DKI Jakarta dan BMKG, serta mengikuti arahan yang diberikan. Hal ini penting untuk memastikan keselamatan dan meminimalkan risiko akibat banjir. Masyarakat juga diimbau untuk menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan, karena sampah dapat menyumbat saluran air dan memperparah banjir.
Hujan deras yang mengguyur Jakarta kali ini menjadi pengingat penting bagi pemerintah dan masyarakat untuk terus berupaya mencari solusi jangka panjang untuk mengatasi masalah banjir. Perlu adanya langkah-langkah konkret, seperti perbaikan infrastruktur drainase, normalisasi sungai dan waduk, serta penataan tata ruang yang lebih baik. Selain itu, peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan juga sangat diperlukan agar Jakarta dapat terbebas dari masalah banjir di masa mendatang.