Ida juga mengkhawatirkan dampak jangka panjang dari banjir ini. “Kan kalinya jadi lebih sempit pas dibuat tanggul, kalo banjir besar surutnya bisa lebih lama lagi,” lanjutnya. Kekhawatiran ini sangat beralasan, karena banjir yang berkepanjangan akan menyebabkan kerusakan yang lebih besar pada rumah dan fasilitas umum, serta mengganggu aktivitas sehari-hari warga.
Dampak Banjir: Kerugian dan Penderitaan
Banjir kali ini tidak hanya merendam rumah warga, tetapi juga menimbulkan kerugian materi yang tidak sedikit. Barang-barang berharga seperti perabotan rumah tangga, peralatan elektronik, dan dokumen penting terendam air. Ida bahkan mengungkapkan bahwa air banjir masuk hingga ke dalam rumahnya, mencapai ketinggian sekitar 60 cm. Sementara di kawasan lain, ketinggian air bahkan bisa mencapai pinggang orang dewasa.
Menghadapi situasi yang tak menentu ini, warga yang sudah berpengalaman menghadapi banjir mulai mengambil langkah antisipasi. Mereka memindahkan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi untuk meminimalisir kerugian. Namun, upaya ini hanyalah solusi sementara. Mereka membutuhkan solusi permanen untuk mengatasi masalah banjir yang telah menjadi langganan di wilayah mereka.
Banjir di Cilandak Timur ini menjadi pengingat bagi kita semua tentang pentingnya penanganan banjir yang komprehensif. Pemerintah dan pihak terkait harus segera melakukan evaluasi terhadap pembangunan tanggul, serta mencari solusi yang lebih efektif untuk mengatasi masalah banjir di kawasan tersebut. Jangan sampai pembangunan infrastruktur yang bertujuan baik, justru menjadi penyebab penderitaan bagi masyarakat.