EventBogor.com – Jakarta Selatan dilanda musibah banjir yang memilukan. Warga Jalan NIS di Kelurahan Cilandak Timur, Kecamatan Cilandak, harus kembali bergelut dengan air bah yang merendam rumah mereka. Ironisnya, banjir kali ini datang tak lama setelah dibangunnya tanggul untuk menahan luapan Kali Krukut. Peristiwa ini menyisakan tanda tanya besar, apakah pembangunan tanggul justru menjadi bumerang bagi warga?
Hujan deras yang mengguyur sejak pagi hari pada Senin, 12 Januari 2026, menjadi pemicu utama bencana ini. Dua RT di wilayah tersebut terendam banjir hingga mencapai ketinggian 95 cm. Sebuah pemandangan yang tentu saja menyayat hati, mengingat warga baru saja berharap pada solusi penanggulangan banjir. Namun, kenyataan berkata lain, banjir kali ini justru terasa lebih parah dan lebih cepat datangnya.
Tanggul: Harapan atau Petaka?
Pembangunan tanggul di Kali Krukut sejatinya adalah upaya pemerintah untuk mengurangi dampak banjir yang kerap melanda kawasan tersebut. Namun, tragedi banjir yang terjadi baru-baru ini justru menimbulkan pertanyaan serius tentang efektivitas tanggul tersebut. Apakah ada kesalahan dalam perencanaan atau pelaksanaan proyek? Atau justru ada faktor lain yang luput dari perhatian?
Salah satu warga RT 03, Ida (59), mengungkapkan keheranannya. “Tapi kan biasanya hujan seperti ini (saat ini), enggak banjir, hujan begini malah banjir,” ujarnya dengan nada sedih. Pengakuan ini menjadi bukti bahwa ada sesuatu yang tidak beres. Banjir yang seharusnya bisa dicegah, justru datang lebih cepat dan lebih parah.