Acip Supendi, orang tua sekaligus kakak ipar korban bernama Jaka, juga memberikan kesaksian. Ia menjelaskan bahwa para penambang berangkat bersama 11 orang menuju kawasan gunung. Dari jumlah tersebut, enam orang warga Kampung Urug dinyatakan meninggal dunia. Masih ada empat yang belum dievakuasi, semuanya warga Urug. Kesaksian ini menguatkan gambaran betapa parahnya dampak tragedi ini terhadap masyarakat sekitar.
Tragedi di tambang emas Pongkor adalah pengingat bahwa keselamatan kerja dan perlindungan terhadap masyarakat harus menjadi prioritas utama. Penanganan yang transparan, investigasi yang tuntas, dan tindakan preventif yang efektif sangat diperlukan untuk mencegah jatuhnya korban jiwa dan melindungi hak-hak masyarakat.