EventBogor.com – Gemuruh Estádio da Luz menggema saat peluit panjang tanda berakhirnya laga Benfica kontra Real Madrid berbunyi. Pertandingan yang digelar pada Kamis (29/01/2026) dini hari WIB itu menyajikan drama yang tak terlupakan, dengan Benfica keluar sebagai pemenang dengan skor 4-2. Namun, kemenangan ini bukan sekadar hasil akhir; ini adalah kisah tentang semangat juang, taktik brilian, dan momen ajaib yang akan dikenang sepanjang masa.
Pertandingan ini bukan hanya sekadar laga biasa di babak penyisihan Liga Champions 2025/2026. Pertarungan sengit antara Benfica dan Real Madrid ini menjadi penentu nasib kedua tim. Bagi Benfica, kemenangan berarti menjaga asa untuk melaju ke babak selanjutnya. Sementara bagi Real Madrid, hasil negatif akan memaksa mereka berjuang lebih keras melalui babak play-off.
Kartu Merah, Perubahan, dan Perlawanan Sengit
Laga dimulai dengan tensi tinggi. Kedua tim menampilkan permainan menyerang sejak menit pertama. Real Madrid, dengan ambisi besar untuk meraih kemenangan, mencoba mendominasi jalannya pertandingan. Namun, strategi mereka harus berubah drastis ketika dua pemain kunci, Raúl Asencio dan Rodrygo, harus keluar lapangan karena akumulasi dua kartu kuning. Situasi ini tentu saja menjadi pukulan telak bagi Los Blancos.
Bermain dengan sembilan pemain di lapangan membuat Real Madrid berada dalam posisi yang sangat sulit. Namun, semangat juang mereka tidak luntur. Kylian Mbappé, sang bintang asal Prancis, menunjukkan kelasnya dengan mencetak dua gol yang sempat menghidupkan asa tim tamu. Gol-gol tersebut membuktikan bahwa meski bermain dengan jumlah pemain yang tidak ideal, Real Madrid tetap memberikan perlawanan sengit dan menunjukkan determinasi tinggi.
Momen Penentu: Gol Spektakuler Sang Kiper
Di tengah tekanan dan kelelahan, Benfica terus berupaya memanfaatkan keunggulan jumlah pemain. Mereka bermain lebih efektif dan disiplin, mampu memanfaatkan setiap celah yang muncul akibat ketimpangan di kubu Real Madrid. Memasuki injury time babak kedua, Benfica sebenarnya sudah unggul 3-2. Namun, skor tersebut belum cukup untuk menggeser Marseille dari puncak klasemen. Benfica membutuhkan satu gol tambahan untuk memastikan mereka lolos ke babak play-off.
Dan inilah momen yang akan tercatat dalam sejarah sepak bola. Di menit ke-98, ketika semua orang sudah bersiap dengan hasil akhir, penjaga gawang Benfica, Anatoliy Trubin, secara mengejutkan berhasil mencetak gol! Gol tersebut tidak hanya mengunci kemenangan Benfica, tetapi juga memastikan mereka unggul selisih gol atas Marseille, sekaligus mengamankan tempat di babak play-off. Sebuah momen dramatis yang mengguncang stadion dan membuat para pendukung Benfica bersorak gembira.
Dampak dan Implikasi
Kemenangan Benfica ini memiliki dampak yang signifikan. Mereka berhasil menjaga harapan untuk terus melaju di Liga Champions, sementara Marseille harus menerima kenyataan tersingkir. Bagi Real Madrid, hasil ini menjadi pukulan telak. Mereka harus menerima kenyataan pahit finis di peringkat 9 fase liga dan wajib menjalani babak play-off untuk bisa melanjutkan perjuangan di Liga Champions.
Kekalahan ini juga menjadi pelajaran berharga bagi Real Madrid. Mereka harus mengevaluasi strategi dan mentalitas bermain, terutama ketika menghadapi situasi sulit seperti bermain dengan jumlah pemain yang tidak lengkap. Sementara itu, Benfica membuktikan bahwa semangat juang, taktik yang tepat, dan sedikit keberuntungan bisa membawa mereka meraih hasil yang luar biasa. Pertandingan ini akan menjadi inspirasi bagi banyak tim, menunjukkan bahwa dalam sepak bola, segala sesuatu bisa terjadi, bahkan gol dari seorang kiper di menit-menit akhir.