EventBogor.com – Kabar duka menyelimuti wilayah Cibinong dan sekitarnya. Seorang bocah laki-laki berusia tiga tahun, AS, yang sebelumnya dilaporkan hilang terseret arus di Kali Jantung, Cibinong, akhirnya ditemukan. Namun, pencarian yang dilakukan tim gabungan dan warga berakhir dengan kabar yang memilukan. AS ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di wilayah Depok, setelah terseret arus sejauh kurang lebih lima kilometer dari lokasi awal kejadian. Peristiwa ini menjadi pengingat akan bahaya yang mengintai di sekitar kita, terutama bagi anak-anak yang rentan terhadap kecelakaan.
Kisah pilu ini bermula pada Kamis pagi, ketika AS tengah bermain di tepi Kali Jantung bersama kakak laki-lakinya, W. Tanpa diduga, keduanya terpeleset dan terjatuh ke dalam sungai yang saat itu arusnya cukup deras. Peristiwa ini terjadi di Kampung Pabuaran Mekar, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor. Beruntung, sang kakak berhasil diselamatkan oleh warga sekitar yang dengan sigap memberikan pertolongan. Namun, nasib nahas menimpa AS. Ia terseret arus sungai yang deras, meninggalkan kepanikan dan kesedihan bagi keluarga dan warga sekitar.
Kronologi Mencekam: Detik-detik Hilangnya AS
Peristiwa nahas yang merenggut nyawa AS terjadi sekitar pukul 09.40 WIB. Saat itu, AS dan kakaknya, W, sedang asyik bermain di pinggiran Kali Jantung. Keasyikan mereka harus dibayar mahal ketika keduanya terpeleset dan terjatuh ke dalam sungai. Warga yang melihat kejadian tersebut segera berupaya melakukan penyelamatan. W berhasil ditarik ke tepi sungai oleh warga yang sigap, namun AS sudah terlanjur terbawa arus yang deras. Upaya pencarian langsung dilakukan oleh warga sekitar, namun AS seolah lenyap ditelan sungai. Peristiwa ini kemudian dilaporkan kepada pihak berwenang, yang segera menerjunkan tim gabungan untuk melakukan pencarian.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Adam Hamdani, mengonfirmasi kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa tim SAR gabungan dari BPBD, relawan, dan unsur terkait lainnya langsung bergerak melakukan pencarian. Pencarian dilakukan dengan menyusuri aliran Kali Jantung, dengan harapan dapat menemukan AS. Namun, harapan itu harus tertunda ketika tim SAR menemukan kendala arus yang deras dan kondisi sungai yang cukup sulit dijangkau. Upaya pencarian terus dilakukan hingga akhirnya membuahkan hasil yang sangat menyedihkan.
Perjalanan Jauh Berujung Duka: Penemuan di Depok
Setelah pencarian yang cukup panjang, AS akhirnya ditemukan di wilayah Depok, tepatnya di Kampung Bendungan RT 1 RW 1 Kelurahan Cilodong. Jarak antara lokasi hilangnya AS di Cibinong dan lokasi penemuan di Depok mencapai sekitar lima kilometer. Penemuan jenazah AS terjadi pada pukul 14.24 WIB, Kamis (29/1/2026), setelah sekitar lima jam pencarian yang melelahkan. Jenazah AS ditemukan masih berada di aliran Kali Jantung, mengindikasikan betapa jauhnya arus sungai membawa tubuh mungilnya.
Camat Cibinong, Acep Sajidin, turut mengonfirmasi penemuan jenazah AS. Ia menjelaskan bahwa jenazah AS telah dievakuasi dan dibawa ke rumah duka. Pihak keluarga, yang telah meyakini bahwa jenazah tersebut adalah AS, menerima peristiwa ini sebagai sebuah kecelakaan. Pihak keluarga juga memutuskan untuk tidak melakukan autopsi, dan memilih untuk segera memakamkan jenazah AS. Keputusan ini menunjukkan betapa besar duka yang dirasakan keluarga, dan betapa beratnya cobaan yang harus mereka terima.
Pelajaran Berharga dan Imbauan untuk Keselamatan
Peristiwa tragis yang menimpa AS ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua. Kejadian ini mengingatkan kita akan pentingnya menjaga keselamatan anak-anak, terutama saat berada di dekat sungai, selokan, atau area yang berpotensi bahaya lainnya. Orang tua atau wali harus selalu mengawasi anak-anak, dan memastikan mereka tidak bermain di tempat-tempat yang berbahaya tanpa pengawasan. Selain itu, perlu adanya edukasi mengenai bahaya air dan bagaimana cara menghadapi situasi darurat jika terjadi kecelakaan.
Pemerintah daerah juga diharapkan dapat mengambil langkah-langkah preventif untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali. Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain adalah memasang pagar pengaman di sekitar sungai atau selokan, memberikan rambu-rambu peringatan, serta melakukan sosialisasi mengenai bahaya air kepada masyarakat. Dengan demikian, diharapkan dapat tercipta lingkungan yang lebih aman bagi anak-anak, dan tragedi seperti yang menimpa AS tidak terjadi lagi di masa mendatang. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi cobaan ini.