Coba bayangkan, Rasuna Said yang dulunya macet dan semrawut, kini menjadi lebih tertata, hijau, dan ramah bagi pejalan kaki. Ini akan berdampak positif bagi semua orang. Mulai dari warga Jakarta yang sehari-hari melintas di sana, hingga para pebisnis yang berinvestasi di kawasan tersebut. Kawasan yang tertata rapi akan menarik minat investor, meningkatkan nilai properti, dan pada akhirnya, mendorong pertumbuhan ekonomi.
Tantangan di Depan Mata: Akankah Target Tercapai?
Tentu saja, jalan menuju September 2026 tak akan mulus. Proyek ini punya tantangan tersendiri. Proses pembongkaran beton membutuhkan waktu dan keahlian khusus. Cuaca yang tak menentu juga bisa menjadi penghambat. Namun, semangat yang membara dari Pramono dan timnya, patut diacungi jempol. Semangat ini yang akan menjadi modal utama untuk mewujudkan impian, yaitu Rasuna Said yang lebih baik.
Saat ini, sebagian besar tiang besi monorel sudah terpotong. Yang tersisa hanyalah bagian beton. Meskipun demikian, Pramono optimis. Ia mengatakan, ‘Yang penting, semangat untuk menyelesaikan proyek ini. Ini adalah warisan yang harus kita selesaikan!’
Apa Artinya Bagi Kantong Anda? (Dan Kota Jakarta)
Pembongkaran tiang monorel bukan hanya soal ‘keindahan’. Ini tentang efisiensi, investasi, dan kualitas hidup. Jalan yang lebih baik berarti mobilitas yang lebih lancar. Kawasan yang tertata rapi menarik lebih banyak bisnis. Pada akhirnya, ini berdampak pada kantong Anda. Nilai properti bisa naik. Peluang kerja meningkat. Dan, tentu saja, kualitas hidup di Jakarta menjadi lebih baik.