Hallobogor.com, CIGUDEG – Warga Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, dibuat heboh setelah dua benda mencurigakan yang diduga granat ditemukan di sebuah lahan perkebunan pada Sabtu (9/5) sore.

Penemuan itu terjadi secara tak sengaja saat pemilik lahan, seorang pria bernama Epung, sedang mencangkul tanah seperti biasa.

Tiba-tiba, cangkulnya mengenai sesuatu yang keras, beda dari batu atau akar yang biasa ditemui di kebun.

Ketika tanah di sekitarnya dibersihkan, ia melihat dua benda berbentuk mirip granat, sudah berkarat, dan tertutup tanah.

Epung langsung terkejut dan memilih tidak menyentuhnya karena khawatir benda itu masih aktif atau berbahaya.

Alih-alih mengambil risiko, ia segera melaporkan temuan tersebut kepada anggota Babinsa Desa Cigudeg.

Lokasi penemuan berada di Kampung Cicopong, Desa Cigudeg, wilayah yang jauh dari hiruk-pikuk perkotaan.

Dari tampilannya, kedua benda itu terlihat sudah sangat tua, dipenuhi karat tebal dan sebagian masih menempel tanah merah.

Banyak warga yang berspekulasi bahwa granat tersebut mungkin peninggalan masa penjajahan, entah dari era Belanda atau Jepang.

Meski begitu, belum ada konfirmasi resmi soal asal-usul pastinya karena masih menunggu pemeriksaan dari pihak berwenang.

Saat ini, aparat keamanan bersama Babinsa tengah melakukan pengecekan lebih lanjut terhadap kondisi benda tersebut.

Mereka juga memastikan apakah granat itu masih membahayakan atau sudah tidak aktif.

Selain itu, petugas akan memeriksa area sekitar untuk mengantisipasi adanya temuan serupa yang belum terungkap.

BACA JUGA :  Jalan Pongkor Bogor 'Membelah' Hati: 14 Tahun Tak Tersentuh, Warga Gotong Royong Selamatkan Nyawa

Kejadian ini langsung menjadi sorotan warga sekitar dan mengingatkan banyak orang bahwa jejak konflik masa lalu masih bisa muncul di tempat tak terduga.

Terutama di wilayah pedesaan seperti Cigudeg, yang memiliki sejarah panjang dan pernah menjadi bagian dari medan yang rawan selama masa perang.

Sampai kabar ini diturunkan, situasi di lokasi terpantau kondusif dan belum ada evakuasi besar-besaran dari pihak terkait.

Namun kewaspadaan tetap ditingkatkan, terutama bagi warga yang beraktivitas di lahan terbuka atau kebun yang belum pernah digali dalam waktu lama.